Foto Viral Diduga Oknum Kades Selingkuh, Bupati Butur Belum Bersikap

Screenshhot Postingan Facebook Milik Akun Asni Wijaya Wijaya
Keterangan Gambar : Screenshhot Postingan Facebook Milik Akun Asni Wijaya Wijaya

BUTON UTARA – Jagat Media Sosial (Medsos) kini sedang dihebohkan foto Viral yang diduga milik Kepala Desa (Kades) Tomoahi Kecamatan Kulisusu Buton Utara, berinisial AC.

Foto yang terlihat mirip dengan Acaruddin itu viral bukan karena keberhasilan pembangunan di desanya dengan dana Desa. Namun foto itu viral karena nampak gambar yang diduga milik Kades Tomoahi itu sedang bermesraan dan dicium oleh wanita yang diduga selingkuhannya. Foto ini diunggah oleh akun Facebook bernama Asni Wijaya Wijaya dan ramai dipebincangkan oleh Warganet khususnya di Group Facebook Butur Perubahan.

Dalam caption, ditulis ancaman sebagai ungkapan kekecewaan karena kemungkinan pemilik akun itu merasa ditipu oleh oknum Kepala Desa Tomoahi berinisia AC tersebut. Bahkan Asni menulis pengakuannya bahwa AC sempat menyuap dirinya dengan uang sebesar Rp 4 Juta sebagai uang tutup mulut.

Bukan hanya itu, dalan foto lain yang diunggah Asni Wijaya Wijaya tertulis caption yang cukup kasar. Asni mengaku pernah bersama pria yang diduga AC itu selama tiga tahun. Namun kata Asni, AC malah tidak mengakui kebersamaan itu dan mengaku dijebak.

“Ini orang tdk kapok” jga msh masih sja piara” perempuan lonte..Dy tdk Mau jga bertobat paa. Mlhan Dy suruh itu lontexa SMS Z..Dy jelek”kn z lg.. dulu waktu Z sama” selama 3 Thun Dy tdk akui jga z..mlhan Dy prgi cerita Sma wargaxa ktx Dy d,jebak..lw emang d,jebak Napa Dy tdk menuntut mlhan Dy turun mengemis” ksh Uang z demi jbatanxa..orang ini jngn d,biarkan Dy akan hbskn uang dana desa Dy tdk akan pernah berubah,” tulis pemilik akun FB Asni Wijaya Wijaya di dinding kronologisnya pada Selasa (29/1/2019).

Sebelumnya, pada Rabu (20/2/2019) Bupati Buton Utara, Abu Hasan sempat angkat  bicara kepada awak media terkait Foto dugaan perselingkuhan foto yang diduga milik Kades Tomoahi tersebut. Abu Hasan mengkatakan, selama tidak ada yang melaporkannya maka tidak bisa diberi tindakan.

 “Kalau ada yang lapor, pasti kita tegur keras, kalau melanggar kode etik Kepala Desa, kita proses,”ujarnya kepada awak media sebagaimana dilansir dari Tegas.co.

Mendengar orang nomor satu di Buton Utara itu belum mengambil sikap, Koordinator Aliansi Mahasiswa Peduli Moral (Ampera) Butur, Hasmin Roy memberi kritikan pedas. Menurutnya, ketidaktegasan Bupati Butur dalam menindaklanjuti kasus foto viral tersebut terkesan membiarkan sebuah kemaksiatan. Karena foto itu telah viral dan disaksikan ribuan mata Warganet.

“Bagi kami adalah sebuah pembiaran kemaksiatan. berciuman dengan bukan mahram apalagi dipublikasikan di sosial media, adalah sebuah hal yang mempertontonkan tindakan amoral, dan ini merusak moral generasi muda Buton Utara,” tegas Hasmin.

Lanjutnya, Ampera Butur menilai foto viral soal kasus yang diduga perselingkuhan kades itu tidak pantas dilakukan seorang pejabat yang diberi amanah oleh rakyat.

“Ini sangat memalukan, apalagi dilakukan oleh orang yang diduga sebagai pejabat Kepala Desa yang digaji oleh negara, diberi amanah oleh rakyat,” katanya.

Menurut Hasmin Roy, harusnya Bupati Buton Utara sebagai seorang yang telah mencitrakan dirinya sebagai bupati religius harus menindak hal ini dengan tegas terutama denga pertimbangan moralitas publik.

“Jika tidak ditindak, berarti kami menilai Bupati Butur telah secara terang-terangan mendukung kemaksiatan dan perzinahan,” tutupnya.


Laporan: Redaksi

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *