Wabup Konkep Ajak Gerak Bersama Percepat Penurunan Stunting

Keterangan Gambar : Wabup Konkep, Muhammad Farid, SE Saat Menyampaikan Sambutan pada Rakor Percepatan Penurunan Stunting

Potretsultra

KONAWE KEPULAUAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Kepulauan (Konkep) bersama mitra dan berbagai lintas sektor berkomitmen untuk mensukseskan program BKKBN pusat dalam upaya menurunkan angka Stunting di daerah.

Untuk menindaklanjuti upaya penurunan angka Stunting daerah, Pemkab Konkep menggelar rapat Koordinasi dan Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting, Kabupaten Konawe Kepulauan tahun 2025 di aula Kantor Bupati Konkep, Kamis (12/6/2025).

Rapat koordinasi tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Konkep Muhamad Farid, SE, dihadiri oleh Kepala Bappeda Konkep, Kepala Dinas PPKBP3A, para kepala OPD, Camat dan Forkominda Konkep.

Dalam Sambutannya, Wakil Bupati Konkep Muhamad Farid, SE menjelaskan, stunting masih menjadi isu prioritas nasional termaksud di Kabupaten Konawe Kepulauan. Isu stunting bukan hanya persoalan tinggi badan pada anak yang tidak sesuai dengan usianya, tetapi kurangnya asupan gizi kronis yang berdampak pada tumbuh kembangnya anak.

Pemkab Konkep berkomitmen penuh untuk menurunkan angka stunting di Konkep, melalui langkah-langkah terintegrasi dan berkelanjutan.

“Rapat koordinasi ini sangat penting untuk menyamakan persepsi, menguatkan sinergi dan menyusun strategi yang tepat sasaran. Marilah kita sama-sama bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas dalam mewujudkan generasi Kabupaten Konkep yang sehat, cerdas dan unggul,” ucapnya.

Wabub Konkep itu menerangkan, beberapa langkah prioritas yang perlu diperkuat untuk mengatasi stunting. Diantaranya, pertama intervensi gizi spesifik dan sensitif mulai dari 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) termaksud menyiapkan remaja putri yang sehat, yang nantinya akan menjadi Catin yang sehat sehingga akan melahirkan anak yang sehat yang terbebas dari resiko stunting.

Kedua, meningkatkan kualitas data dan pelaporan agar kebijakan yang diambil berbasis bukti dan tepat sasaran. Ketiga, melakukan koordinasi lintas sektor yang kuat, karena stunting bukan hanya urusan dinas Kesehatan tetapi lintas sektor dan lintas Program. Kelima, pemberdayaan masyarakat termaksud edukasi dan perubahan perilaku pola asuh, pola makan, dan pola sanitasi.

Lebih lanjut Wabub Konkep itu menegaskan dalam RPJMD Kabupaten Konawe Kepulauan salah satu program yang diprioritaskan adalah percepatan penurunan stunting.

“Mari kita jadikan penurunan stunting ini sebagai gerakan bersama yang berkelanjutan yang dampak langsung pada masyarakat,” harapnya.

Laporan: Jarman Alkindi

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *