Unsultra Inventarisir 500 Mahasiswa Diusulkan SPP Gratis di LLDIKTI

Keterangan Gambar : Prof Dr Ir H Andi Bahrun MSC Agric

KENDARI–  Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) mengiventarisir sebanyak 500 an lebih mahasiswa terkena dampak Covid 19 di usulkan untuk mendapat SPP Gratis bantuan dari pemerintah pusat melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sulawesi.

Rektor Unsultra Prof Dr Ir H Andi Bahrun MSC Agric, mengatakan, bantuan UKT tersebut, diperuntukkan kepada mahasiswa semester III, V dan VII yang sedang kuliah.

Adapun syarat yang dipenuhi, memiliki kartu indonesia pintar (KIP) Kartu Indonesia Sejahtera (KIS) dan Kartu Program Keluarga Harapan (PKH) atau sejenisnya dan dibuktikan keterangan tidak mampu, surat pemutusan hubungan kerja (PHK) dan sejenisnya  bahwa yang bersangkutan tidak bisa membiayai pendidikan akibat dampak wabah pandemi Covid 19.

Sebenarnya, kata Andi Bahrun, istilah KIP kuliah ini, sama dengan program Bidikmisi mereka sampe selesai kuliah mendapat fasilitas gratis SPP, seperti halnya bagi calon mahasiswa baru (Camaba) kedepan tahun 2020, dan juga mahasiswa angkatan 2019 semester II pengurus KIP Kuliah. Mereka yang terkafer bebas SPP.

Dikatakanya, kebijakan penerima SPP gratis KIP kuliah ini tidak terlepas dari aspirasi mahasiswa BEM seluruh Indonesia dari pusat hingga daerah mendesak kebijakan pemerintah pemberlakuan dana UKT tidak hanya diberlakukan pada Perguruan tinggi negeri (PTN) saja namun Perguruan Tinggi  Swasta (PTS) harus diperhitungkan.

Sehingga, pemerintah melalui mendikbud memutuskan PTS ada dana UKT untuk mahasiswa yang terdampak Covid 19. Nah siapa penerima bebas UKT itu adalah mahasiswa yang secara ekonomi tidak punya kemampuan membayar SPP nya.

Menurut orang wahid di Unsultra ini, , kebijakan yang dilakukan pemerintah, tidak menginginkan gara-gara ekonomi anak bangsa tidak melanjutkan studinya diperguruan tinggi tertentu.

“Untuk itu LLDikti melakukan rapat tentang kebijakan sosialisasi adanya UKT tersebut, dan Saya selaku Rektor Unsultra, dengan turunya kebijakan itu, maka lansung menindak lanjutinya bersama unsur pempinan ditibgjat Fakultas untuk menelusuri dan mensosialisasikan dan mengharapkan semua mahasiswa yang terdampak pandemi memanfaatkan fasilitas dengan pemenuhan syarat ketentuan berlaku,” ungkap andi Bahrun ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/7/2020)

Lanjutnya, adanya kebijakan UKT tersebut, maka unsultra sama dikatakan gratis biaya UKT, sebab SPP Unsultra berkisar Rp1,3 juta hingga Rp1-5 juta per semester. Sedangkan bantuan dari LLDikti alokasinya Rp2,4 juta per semester. Tetapi bagi perguruan tinggi swasta lain misalnya SPP Rp2,7 atau diatas itu Rp 5 juta, maka otomatis kampus melakukan subsidi silang, pada hal ketentuan disepakati perjanjian ketika mahasiswa tertentu mendapat bebas UKT dari pemerintah, maka tidak boleh lagi memungut satu rupiah pun dari mahasiswa.

“Adanya kebijakan ini, seyogianya kita fasilitasi semua mahasiswa, kita jadi pejuang kemanusiaan seluruh stakehoder dalam kampus begitupun seluruh pengurus kelembagaan kemahasiswa ditingkat Badan Eksekutif Mahasiswa ,” katanya.

Andi Bahrun, menambahkan, yang mengimput Online 500 orang lebih dan mudah-mudah lulus semua. Perlu diketahui, bahwa mereka yang mengimput, belum final mendaptakan semua namun itu calon penerima yang memenuhi syarat. Tetapi kan jatah kuota LLDikti 22 ribu orang. Boleh jadi seperti kemarin KIP kuliah kuotanya yang ditentukan tidak habis kuota karena banyak yang tidak memenuhi syarat.

“Kita usulkan KIP kuliah, alhamdulilah lulus semua sebanyak 100 orang lebih, hanya belum ada SK hanya diinformasikan secara lisan bahwa kuota tidak habis maka semua yang memenuhi syarat lulus semua,” katanya.

Sehingga kami optimis semua yang diusulkan sebanyak 500 orang bisa diterima semuanya, sebab, karena kemungkinan banyak perguruan tingi lain kurang semangat mengusul KIP kuliah, karena boleh jadi karena SPP Rp5 juta maka otomatis harus subbsidi lagi Rp2,6.

“Tentu bagi kita perguruan tinggi swasta harus berterimah kasih kepada pemerintah, karena selama ini UKT adanya hanya perguruan tinggi negeri,” ungkapnya.

Berdasarkan dialog bersama disepakati 11 Juli 2020 data verifikasi mahasiswa penerima UKT gratis Unsultra sudah rampung. Selanjutnya bakal dilaporkan di LLDikti Wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo dan dipastikan data yang diusulkan dapat memenuhi syarat setelah diverifikasi LLDikti. Seluruh kelengkapan dokumen yang disetor layak menerima bantuan SPP,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah Sekretaris LLDikti Wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo Andi Lukman menyampaikan, bantuan SPP Rp2,4 juta tersebut berasal dari pemerintah pusat dengan anggaran Rp1 triliun yang diperuntukkan kepada PTS di seluruh Indonesia yang kuotanya sekitar 176 ribu mahasiswa.

“Khusus wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo kuotanya lebih dari 22 ribu mahasiswa dan angka ini sangat terbatas. Untuk itu saya sudah koordinasi dengan PTS untuk melakukan pendataan dengan baik sesuai kelayakan mahasiswa ,” pungkasnya.

Laporan: La Ismeid

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *