Universitas Gunadarma Kolaborasi Unsultra dan Pemda Gelar Webinar”Peningkatan Daya Saing Daerah Melalui Terapan Multidisiplin Berbasisi IT”

Keterangan Gambar : Suasana Webinar via zoom dengan Tema: "Peningkatan Daya Saing Daerah Melalui Penelitian Terapan Multidisiplin Berbasis IT".Kegiatan Webinar ini dibuka lansung oleh Rektor Universitas Gunadarma ibu Prof. Dr. E.S.Margianti, MM.(Foto:Ist)

Potretsultra

KENDARI– Universitas Gunadarma berkolaborasi dengan Universitas Sulawesi Tenggara dan Pemerintah Daerah Sultra menyelenggarakan kegiatan Webinar via zoom dengan tema: “Peningkatan Daya Saing Daerah Melalui Penelitian Terapan Multidisiplin Berbasis IT”.Kegiatan Webinar ini dibuka lansung oleh Rektor Universitas Gunadarma ibu Prof. Dr. E.S.Margianti,MM.

Turut hadir sebagai pembicara Rektor Unsultra,Prof.Dr.Ir.H Andi Bahrun,MSc. Agric,Ketua Program Doktor Teknologi Informasi Universitas Gunadarma,Prof.Dr.Syarifuddin Madenda,SSi,DEA,Kepala BAPSI Universitas Gunadarma/Pengurus AAMAI,Prof.Dr.Ir.Budi Hermana,MM AAlJ,QIP,AMRP.Wadek II Fakultas Kedokteran Universitas Gunadarma,dan juga hadir Direktur Program Magister Teknologi dan rekayasa Universitas Gunadarma Dr Tubagus Maulana Kusuma,Skom.MengSc selaku moderator.

Rektor Unsultra,Prof Andi Bahrun,dalam pandangan keilmuanya menyampaikan, bahwa Indonesia sungguh kaya akan alamnya dengan predikat penghasil terbaik 1 sampai empat kelapa sawit, karet,kakao,kopi,beras dan lada.”Disamping itu kita tergolong negara mega biodiversity, beragam budaya dan potensi pariwisata yang besar tetapi indeks daya saing global kita pada posisi 50 dibawah Malaysia dan Thailand,”ungkapnya.

Lebih lanjut lagi, kata dia,bahwa salah satu faktor penentu kemajuan suatu negara menurut hasil survey Bank Dunia adalah lebih besar ditentukan oleh inovasi dan kreativitas serta network kemudian menyusul teknologi dan sumber daya alam.Oleh karena itu telah ada perubahan paradigma bahwa pembangunan ekonomi dan pengelolaan kekayaan alam,bangsa dengan keterbatasan pengelolaan potensi IPTEK dan Inovasi (Resources Based Economy harus bertransformasi menjadi bangsa inovatif yang menguasai IPTEK, mandiri dan berdaya saing global (Innovation Driven Economy).

Sambungnya,Hal Ini telah menunjukkan bahwa inovasi merupakan factor kunci pertumbuhan eknomi suatu negara atau daerah.Seperti yang selalu ditekankan oleh Bapak Presiden bahwa kita harus membangun Indonesia yang adaptif, Indonesia yang produktif,Indonesia yang inovatif dan Indonesia yang kompetitif. Untuk itu pula pemda Sultra telah menetapkan salah misi pembangunannya adalah meningkatkan daya saing wilayah melalui penguatan ekonomi local dan peningkatan investasi, serta sudah barang tentu dukungan IPTEK.

Lebih detail lagi Andi Bahrun,menerangkan,bahwa daya saing merupakan parameter pembangunan yang diturunkan dan sangat terkait erat dengan Penelitian dan Inovasi.Penelitian yang didukung oleh kinerja para actor peneliti yang handal dengan dukungan infrastruktur dan sumber daya manusia yang handal,regulasi serta pendanaan.

Namun demikian katanya,pendanaan penelitian harus responsif dan relevan dengan tingkat fleksibilitas untuk terlaksananya penelitian yang efektif dan efisien serta terhilirisasi sampai pengguna atau masyarakat sehingga bisa menyelesaikan permasalahan masyarakat agar memiliki daya ungkit terhadap pertumbuhan ekonomi suatu wilayah.

Oleh karena itu,Sulawesi Tenggara yang juga kaya akan sumber daya alam perlu melakukan melakukan upaya strategis agar kekayaan alam bisa dikelola khsususnya dukungan penelitian terapan yang responsive dan penelitian terapan terapan multidisiplen dan berbasisi IT secara berkelanjutan guna meningkatkan kesejahgteraan masyarakat serta dapat meningkatkan daya saing daerah.

Menurutnya,sungguh tepat tema Webinar hari ini Peningkatan Daya Saing Daerah Melalui Penelitian Terapan Multidisiplin Berbasis IT”

Ia berharap,semoga setelah Webinar dapat ditindaklanjuti dengan kerjasama atau bergotong royong dalam kegiatan penelitian oleh berbagai perguruan tinggi dan juga Kerjasama PT dengan pemerintah daerah dan pihak swasta.

“Saya yakin Sulawesi Tenggara dengan potensi sumber daya alamnya dan dengan dukungan penelitian terapan multidisiplin berbasis IT dengan dukungan berbegai pihak, akan menjadi daerah yang memiliki indeks daya saing yang tinggi.

“Satu peluang besar adalah Universitas Gunadarma yang merupakan salah satu PT yang cukup kuat dibidang IT termasuk dibidang penelitian terapan multidisiplin berbasis IT telah membuka diri bekerjasama dengan PT di daerah dan Pemda,hal ini kesempatan emas bisa dimanfaatkan dengan baik,”pungkasnya.

Laporan:La Ismeid

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *