SPP Mahasiswa Baru Naik, Rektor Unidayan Didemo

Keterangan Gambar : Massa Aksi Saat Menyampaikan Aspirasinya di Depan Gedung Rektorat Unidayan (Foto: Irfan)

Potretsultra

BAUBAU – Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau didemo ratusan mahasiswa terkait kenaikkan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), Selasa (02/07/2019).

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Mahasiswa Unidayan (FORSAMA) menggelar aksi unjuk rasa dan bakar ban menggugat kebijakan kenaikkan SPP untuk Mahasiswa Baru (Maba) tahun 2019.

Massa aksi menuntut agar kenaikan SPP dibatalkan karena dianggap akan mempengaruhi jumlah kuantitas mahasiswa baru kedepan. Massa yang menggelar aksi mengungkapkan kekesalannya dengan membakar ban dan membawa keranda mayat di depan gedung Unidayan.

Rian, Salah satu massa aksi mengungkapkan bahwa jumlah SPP terus meningkat di tiap tahunnya. Tetapi kebijakan tersebut tidak seimbang dengan porsi yang didapatkan mahasiswa dalam proses perkuliahan.

“Masalah ini sebenarnya sudah lama ditolak oleh senior-senior kami terdahulu. Sebut saja misalkan aksi yang dilakukan pada tahun 2015 dengan tuntutan yang sama,” ungkap Rian saat dimintai keterangannya.

Ia juga menambahkan, selain tidak berdampak pada proses perkuliahan, Rian menilai kenaikan SPP di Unidayan tersebut tidak berefek pada kegiatan-kegiatan mahasiswa.

“Menurut kajian kami, saat ini kampus sepertinya acuh menghidupkan kembali lembaga-lembaga kemahasiswaan agar tidak menghabiskan anggaran dalam melakukan kegiatan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rian menjelaskan bahwa aksi ini tidak terlepas dari kecintaan mahasiswa terhadap almamater serta kekhawatiran yang lebih khusus adalah soal dampaknya terhadap calon mahasiswa baru Universitas Dayanu Ikhsanuddin kedepan.

Aksi tersebut mendapat tanggapan langsung dari Rektor Universitas Dayanu Ikhsanuddin, LM Sjamsu Qamar dengan didampingi Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Wakil Rektor IV serta beberap Dekan Fakultas menerima langsung massa aksi di Baruga La Ode Malim.

Menurut Rektor Unidayan, kenaikan SPP tidak akan mempengaruhi minat mahasiswa baru yang akan berkuliah di Universitas Dayanu Ikhsanuddin.

“Masalah peminatan di program studi, walaupun tinggi SPP-nya kedokteran menjadi minat banyak orang sekarang. Informatika di Unidayan itu tinggi peminatnya padahal SPP-nya tinggi juga,” jelas Sjamsu.

Mahasiswa yang menggelar aksi tersebut menegaskan akan melakukan aksi jilid II dengan massa yang lebih banyak lagi jika tuntutannya tidak direalisasikan dengan baik oleh pihak Rektorat Unidayan.


Laporan: Irfan
Editor: Jubirman

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *