BUTON SELATAN – Akhir-akhir ini netizen dihebohkan dengan kehadiran salah satu objek wisata unik dan menarik di Desa Bahari, Kabupaten Buton Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara.
Spot Wisata yang terletak di Kecamatan Sampolawa itu terbilang unik karena ada bangunan menyerupai Kapal Boti yang dibangun di atas bongkahan batu. Menariknya lagi, dari atas Kapal Boti itu para wisatawan bisa menikmati keindahan view pasir putih di Pantai Lagunci yang sebagian orang menyebutnya sebagai Pantai Ratu Ampat.
Dari Kota Baubau menuju spot wisata viral yang menjadi primadona para pengunjung itu berjarak 51 Km. Untuk kesana, Anda bisa menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua. Pastikan diri untuk mengisi liburan Anda ke spot wisata Kapal Boti di atas bongakahan batu ini. Wisata ini dapat menjadi salah satu rekomendasi bagi Anda yang suka selfi dengan spot-spot wisata baru, unik, dan menarik di pandangan mata.
Kepada media Potretsultra.com, Kepala Desa Bahari 3, Tasman, S.Pd menceritakan ide pembuatan wisata perahu khas Buton di atas bongkahan batu tersebut.
“Ide itu muncul ketika saya menggabungkan dua ide tempat wisata yaitu wisata Raja Ampat dengan wisata Perahu Phinisi Resto Situ Patenggang Ciwidey di Kota Bandung, yang berada di bawahnya ada sebuah danau kecil,” ungkap Tasman, Sabtu (22/1/2022).

Pemandangan Wisata Kapal Boti di Pantai Lagunci
Atas hasil diskusi itu, lanjut Tasman, Pemerintah Desa Bahari 3 memutuskan untuk membuat sebuah kapal boti di atas bongkahan batu.
“Namun sebelum kami membuat itu, kami analisis dulu kekuatan batunya, saya berkonsultasi dengan Dosen Teknik Sipil Universitas Muhamadiyah Buton, dan sekaligus saya berkonsultasi dengan mahasiswa UAD untuk mendesain gambar kapal boti tersebut,” jelasnya.
Kenapa harus kapal boti, menurut Kades yang juga penulis buku itu, karena boti merupakan kapal yang dulu berjaya pada masa tahun 50-an sampai 70-an di Kepulauan Buton, pada khususnya di Desa Bahari.
Untuk merealisasikannya, Tasman menggunakan Dana Desa tahun 2021 dengan jumlah anggaran sekitar Rp 400 Juta selama dua tahap.
“Harapannya, wisata ini akan mampu menggerakkan ekonomi kreatif di Desa Bahari, sekaligus dapat menampung tenaga kerja, dan menciptakan desa mandiri dari memanfaatkan Dana Desa,” jelasnya.
Tasman juga mengatakan, rencananya di Kapal Boti tersebut akan tersedia resto wisata Pantai Lagunci. Kedepannya akan diisi dengan aneka kuliner khas. Tak hanya itu, nantinya juga akan tersedia penginapan dan ruang khsus untuk tempat rapat.
“Sekaligus di lantai satunya bisa kami buatkan sebuah museum mini demi mengenal budaya dan perkembangan Wapulaka (Desa Bahari, red) dari masa ke masa,” katanya.

Para Pengunjung Berpose di Atas Kapal Boti
Soal tiket masuk ke areal wisata Kapal Boti Pantai Lagunci, Tasman menyebut khusus orang luar Desa Bahari yakni Rp 5.000 per kepala tiap masuk, dan Rp 3.000 bagi anak-anak.
“Untuk sejauh ini pengunjungnya cukuplah ramai. setiap hari dan malamnya selalu ada pengunjung, baik itu dari masyarakat setempat maupun masyarakat yang lainnya,” pungkasnya.
Laporan: Jubirman























Tinggalkan Balasan