Soal Klaim Kepemilikan Perusahaan Tambang, Begini Penjelasan Kuasa Penuh PT MOM

Keterangan Gambar : Lokasi pertambangan PT MOM di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Foto: Istimewa

KONUT, POTRETSULTRA.COM – Keberadaan perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan dengan bendera PT Maesa Optimalah Mineral (MOM) di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) disoal sejumlah pihak dan ada yang mengklaim kepemilikannya.

Terkait kesimpang siuran kepemilikannya, Kuasa Penuh PT MOM, Agusran Saelang SH memberikan klarifikasinnya, agar tidak menimbulkan hal yang tidak diinginkan.

“Ada informasi yang dapat menyesatkan terkait kepemilikan PT MOM yang sengaja dihembuskan sejumlah pihak. Untuk itu, saya selaku kuasa penuh PT MOM akan memberikan klarifikasi, sehingga jelas dan tidak menimbulkan keresahan dan juga kerugian materil maupun non meteril,” ujar Agusran Saelang, Senin (21/6/2022).

Agusran menjelaskan, kepemilikan PT MOM yang didirikan tahun 2011 silam itu berkomposisi Direktur Utama Li Zhiming, Direktur, Eka Sinto Kasih Tjia, Komisaris, Vence Rumangkang, Amzal muchael Rumangkang dan Steven Rumangkang.

“Komposisi kepemilikan PT MOM adalah mereka yang saya sebutkan tadi sejak tahun 2011 dan kemudian di tahun 2015 terjadi perubahan. Tetapi kepemilkan saham masih dikendalikan mereka,” jelasnya.

Kuasa Penuh PT MOM, Agusran Saelang SH. Foto: Istimewa

Lanjut Agus, pada 2019 lalu terbit akta baru alias RUPS secara sepihak, di mana sebagian para pemilik saham yang di dalam Akta 2015, namanya tidak tercantum di dalam Akta tahun 2019. Oleh mereka yang tidak tercantum itu, melakukan upaya hukum untuk mencari keadilan agar hak-haknya
dapat dikembalikan ke Akta Tahun 2015.

“Gugatan itu diterima dan dimenangkan. Berdasarkan hasil gugatan para penggugat yang dimenangkan, kepemilikan saham dikembalikan ke akta tahun
2015 dan membatalkan akta tahun 2019,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya gugatan hukum dan dikembalikannya kepada pemilik sesuai dengan akta pada tahun 2015, maka cukup jelas siapa pemilik PT MOM yang sah.

Ada pun adanya informasi sesat yang mengklaim kalau PT MOM saat ini adalah milik beberapa oknum, dengan ini ditegaskan informasi tersebut tidak benar adanya alias hoaks.

“Jika itu dipaksakan kepemilikannya, dapat
saya pastikan telah terjadi pemalsuan dokumen dan pembohongan publik, karena sampai saat ini para pemilik saham yang sah berdasarkan akta tahun 2015 tidak pernah mengalihkan sahamnya kepada orang lain, dan itu tertuang dalam pernyataan tertulis,” tegasnya.

Mantan aktivis dan politisi ini juga menambahkan, kepada para pihak yang telah mengklaim dan mencatut nama PT MOM agar menghentikan klaim tersebut. Dan apabila masih dilakukan juga maka pihaknya akan melaporkan kepada pihak yang berwajib guna diproses secara hukum.

Segala dokumen tentang kepemilikan PT
MOM yang sah, mulai dari akta pendirian sampai akta perubahan dan hasil putusan Mahkama Agung akan diserahkan kepada pihak yang berwajib.

“Dan saya tegaskan pula bahwa jika ada orang atau oknum yang telah melakukan penambangan didalam Wilayah IUP PT. MOM seluas 1.056,38 Ha tanpa sepengetahuan dan seizin dari saya selaku kuasa penuh PT MOM yang sah, akan diproses secara hukum dan akan mengeluarkan secara paksa dari areal pertambangan,” tutupnya.

Untuk diketahui, dari luasan keseluruhan wilayah IUP PT MOM belum layak untuk dilakukan penambangan, karena masih berstatus Kawasan Hutan Lindung dan sebagian berstatus HPK, di mana proses IPPKH-nya dan permohonan penurusan statusnya masih dalam proses pengurusan.

Laporan: Aden

Potretsultra
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *