Rektor Unsultra: Journal Mahasiswa dan Dosen Harus Mendunia

Keterangan Gambar : Rektor Unsultra Andi Bahrun,berpose bersama dengan Guru besar Unhas Irwansyah(Foto:Ismed)

KENDARI – Rektor Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) Prof Dr Ir  H Andi Bahrun M.SC Agric, terus melakukan terobosan baru dalam menggenjot peningkatan kualitas sumber daya manusia yang handal dan profesional khususnya SDM Sultra,sangat menginginkan kiprah kemampuan akademik mahasiswa dan dosen dalam menulis journal ilmiah tidak hanya dikosumsi di tingkat regional tetapi bisa dikonsumsi di tingkat nasional bahkan international.

“Saya akan mendorong kampus Unsultra ini menjadi pusat pengembangan jurnal di Sultra. Dan kita dorong sistem journal yang diterbitkan mahasiswa dan dosen nantinya dapat mendunia,” ujar Andi Bahrun usai pelatihan penulisan artikel ilmiah jurnal nasional dan international di salah satu hotel Kendari, Sabtu (20/10/2019).

Kata Andi, sebagai langkah awal untuk memantapkan dan meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa dan dosen, Unsultra menggelar pelatihan penulisan artikel ilmiah untuk journal nasional dan internasional.

Pelatihan tersebut menghadirkan pemateri guru besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Dr H Irwansyah juga selaku Penasehat Pengelola Jurnal Hukum Indonesia.

Andi Bahrun mengatakan, untuk saat ini Unsultra memiliki journal online yang sudah pernah diluncurkan di kampus, dan sekarang sedang dievaluasi efektivitas publikasi yang dibimbimg lansung Irwansyah.

Untuk launcing secara resmi direncanakan sekitar November 2019 yang dirangkiankan dies natalis Unsultra. Sekaligus juga disitu ada penyerahan piagam penghargaan pada pendiri Unsultra yakni tokoh-tokoh yang berjasa atas kemajuan kampus sekarang ini.

Untuk memantapkan jurnal, baik nasional maupun international diharapkan pada kemampuan dari mahasiswa itu sendiri, baik S1 mulai dari sekarang harus punya kemampuan menulis journal apalagi S2 wajib menulis jurnal nasional maupun international dan dipastikan jurnal-jurnal ditulis tersebut berkualitas bagus.

“Karena harapan saya dosen tidak hanya tukang mengajar tapi betul-betul mereka disamping melakukan pengajaran, hasil penelitian dan pengajaran harus dipublikasikan dalam bentuk journal. Sebab perguruan tinggi yang maju harus punya jurnal sehingga bisa divistasi orang atau dikutip oleh orang untuk dijadikan referensi,” jelasnya.

Foto bersama bersama civitas akademik Unsultra usai pelatihan penulisan artikel ilmiha jurnal nasional dan international oleh guru besar Unhas selaku pemateri Irwansyah (Foto:Ismed)

“Kami berupaya kedepannya Unsultra journalnya semakin diakui nasional maupun international atau mendunia karena nama-nama jurnal yang kami luncurkan bernuansa global. Saya harapkan kepada mahasiswa dan dosen jurnal menjadi terdepan di Sultra bahkan di Indonesia,” sambungnya.

Andi menambahkan, upaya ini tidak muda harus butuh komitmen yang tinggi. Tidak hanya cukup mengikuti pelatihanyna. Tetap kita ingin selesai pelatihan mulai menulis jurnal dan dipublikasi.

Sementara itu, Irwansyah mengungkapkan, journal sangat penting bagi perguruan tinggi untuk menuju pengembangan kampus yang berintegritas. Hal Ini menunjukan kepercayaan pada kampus itu sendiri, berkembang kampus pasti berkembang jurnalnya.

“Kita ingin pikiran mahasiswa dan dosen bisa juga dibaca di negara lain, journa lah yang menjadi saranannya,” ujarnya.

Kendala yang dialami oleh mahasiswa dan dosen dalam membuat journal yaitu bahasa dan tradisi riset.Jurnal berbasis riset, sementara tradisi riset di Indonesia masih tergolong rendah.

Laporan: Ismed

Potretsultra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *