Rektor Unidayan Janji Kabulkan SPP Turun, Mahasiswa: Kami Belum Percaya

Keterangan Gambar : Massa Aksi Saat Demo di Depan Gedung Rektorat Unidayan (Foto: Irfan)

Potretsultra

BAUBAU – Universitas Dayanu Iksanuddin (Unidayan) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengabulkan permintaan massa aksi menurunkan harga pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) untuk ajaran 2019/2020.

Kebijakan tersebut diambil setelah mahasiswa melakukan aksi protes dengan menggelar demonstrasi menuntut agar membatalkan kenaikkan SPP.

Rektor Unidayan, LM Sjamsul Qamar, mengakui telah merealisasikan keinginan mahasiswa terkait kebijakan kenaikan SPP. Dari jumlah kenaikkan SPP, masing-masing per Prodi turun Rp 200.000,00 dari jumlah yang ditetapkan. Kebijakan ini dianggap proposional oleh petinggi Unidayan setelah berembuk usai protes mahasiswa.

“Setelah ada demo, kami koreksi, SPP yang tadinya kita naikkan diturunkan lagi. Prodi Teknik Sipil misalkan, itu menjadi Rp2.300.000, sedangkan Prodi Peternakan dan Prodi Pertanian menjadi Rp1.800.000. Selain itu, Program studi yang lain juga kami koreksi (setelah dinaikan) mulai dari Mesin, Tambang, Matematika, Bahasa Inggris, Fakultas Ekonomi, Sejarah itu kita turunkan jadi Rp2.000.000,” terang Sjamsul saat menggelar jumpa pers di Unidayan, Jumat (5/7/2019) lalu.

Sementara itu, Dalman, salah satu Korlap aksi yang menuntut kebijakan kenaikkan SPP menyatakan sikap untuk terus mengawal keputusan Rektor Unidayan. Kebijakan tersebut dinilai lemah, pasalnya tidak ada pernyataan serius dari pihak kampus terkait turunnya SPP mahasiswa di tahun ajaran 2019/2020.

Potretsultra

“Kami mahasiswa Unidayan belum bisa percaya terhadap statemen Rektor Unidayan terkait turunnya SPP, pasalnya belum ada bukti yang kuat untuk mendukung pernyataan tersebut,” tutur Dalman, Selasa (9/7/2019).

Lanjut Dalman, kalau pernyataan Rektor bahwa SPP sudah diturunkan menjadi Rp2.300.000 untuk jurusan tehnik sipil dan Rp2.000.000 untuk FKIP di tahun 2019, itu pernyataan yang keliru. Sebab SPP di FKIP pada tahun 2018 itu Rp1.800.000.

Selain itu, Ia masih khawatir dengan keputusan tersebut. Angka Rp 200.000 dinilai masih sangat tinggi dan dikhawatirkan akan mempengaruhi peminat mahasiswa yang akan mendaftar di Unidayan.

“Kami menilai pernyataan Rektor pada jumpa pers sebelumnya terkait SPP sudah diturunkan, itu adalah logika yang salah. Meskipun keputusan itu dianggap proporsional, kami akan kembali menggelar aksi selanjutnya dengan masa yang lebih besar lagi, sebab angka Rp. 200.000.00 itu masih sangat tinggi dan dikhawatirkan akan mengurangi peminatan mahasiswa baru,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Dalman, kesimpulanya SPP tetap naik dan masih menjadi bahan kajian serta sorotan di kalangan mahasiswa Unidayan. Ditambah lagi masalah lembaga kemahasiswaan yang agak kacau dan lambat dibenahi.

Laporan: Irfan
Editor: Jubirman

Potretsultra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *