KONAWE KEPULAUAN – Di momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) yg ke 77, Barisan Da’i Muda Wawonii Tenggara berkolaborasi dengan Mahasiswa KKN IAIN Kendari Posko Sinaulu Jaya, menggelar Tabligh Akbar, Jum’at (19/08/2022) lalu.
Kegiatan Tabligh Akbar ini bertempat di Masjid Babussalam Desa Sinaulu Jaya Kecamatan Wawonii Tenggara. Tema yang diangkat yakni “Meraih Kemerdekaan Hakiki untuk Menggapai Umat Terbaik Akhir Zaman”.
Diketahui, kegiatan tersebut dihadiri sekitar 150-an peserta. Turut hadir pula ibu-ibu Majelis Taklim Se Mosolo raya, Mahasiswa KKN IAIN Kendari dari beberapa posko Kecamatan Wawonii Tenggara, kaum remaja, OSIS SMAN 2 Wawonii Tenggara dan masyarakat Mosolo Raya.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Kegiatan, Aliadin, S.Pd., S.Sos mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Desa Sinaulu Jaya, Pemerintah Kecamatan Wawonii Tenggara dan berbagai tokoh seperti tokoh adat, tokoh agama, tokoh pendidik, dan masyarakat Mosolo raya yang telah mendukung dan menghadiri acara ini.
“Kegiatan Tabligh Akbar ini kita selenggarakan Insya Allah tiga kali dalam setahun, akan bergilir setiap desa se Mosolo raya,” ujar Aliadin.
Lebih lanjut, Aliadin menjelaskan bahwa, barisan da’i muda Wawonii Tenggara memiliki program pembinaan moral dalam bentuk Halaqoh Qur’an dan pengajian tiap pekan. Harapannya masyarakat Kabupaten Konawe Kepulauan secara umum dan masyarakat Mosolo Raya secara khusus bisa menghadiri halaqoh tersebut
“Ini agar mencapai memerdekaan yang hakiki dan nilai-nilai Islam bisa menjadi panduan dalam menjalani keseharian kita,” jelasnya.
Ditempat yang sama, Kepala Desa Sinaulu Jaya, La Barimu mengatakan, sangat mengapresiasi dan mensupport terselenggaranya kegiatan Tabligh Akbar ini.
“Kami selaku pemerintah desa sangat mensupport kegiatan ini, apalagi menyangkut dakwah agama Islam, kerena akan mempererat rasa kekeluargaan, persaudaraan, persahabatan kita antara sesama umat islam dan menambah wawasan keislaman kita,” tutur Barimu dalam sambutannya.
Sementara itu, Camat Wawonii Tenggara melalui Sahyudin, S.IP, M.Hum dalam sambutannya menyarankan, kegiatan seperti ini harus dilakukan berkali-kali. Karena ini adalah momen terpenting untuk membina umat dan mengetahui agama islam dengan benar.
“Harapannya pemerintah desa beserta aparatnya serta masyarakat Se Mosolo raya agar lebih banyak menghadiri kegiatan seperti ini jika diselenggarakan kedepannya lagi,” ucap Sahyudin.
Selaku pemateri, Ustadz Abdul Basit, S.Pd m mengatakan, arti kemerdekaan adalah aman dari segala hal, mentahuhidkan Allah SWT semata-mata berdoa, berlindung dan beribadah kepadaNya serta tidak menyekutukan Allah SWT.
“Kemerdekaan suatu kampung apabila memiliki rasa aman, keamanan dapat dicapai dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT,” kata Ustadz Abdul Basit.
Lanjut Ketua DPD Wahdah Islamiyah Cabang Kolaka itu mengatakan, masyarakat perlu menghadiri Halaqo Qur’an dan majelis-majelis ilmu seperti ini. Tentu untuk mengajarkan agama kepada anak-anak sejak dini, kelak kampung akan diberkahi dan mendapat pengampunan dari Allah SWT,” tutupnya.
Laporan: Jarman






















Tinggalkan Balasan