Proyek Jalan Laiba-Wakumoro Dibatalkan, Pemenang Terder Meradang

Keterangan Gambar : Direktur CV Cipta Barakti, Rafi saat menunjukkan surat pembatalan kontrak. Foto: Ist

POTRETSULTRA.COM – Meski telah memenangkan tender, pekerjaan rehabilitas jalan provinsi, Laiba-Wakumoro di Kabupaten Muna batal dikerja.

Pasalnya, Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga Sultra membatalkan pemenang tender melalui surat email kepada pihak kontraktor.

Direktur CV Cipta Barakati, Rafi selaku pemenang tender pun harus meradang, pihaknya mengaku sangat kaget dengan surat pembatalan tersebut.

Rafi mengatakan, banyak kejanggalan dari surat pembatalan itu, salah satunya hasil rapat dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang menjadi rujukan keluarnya surat itu. Sementara, pihaknya mengaku hingga saat ini belum pernah menghadiri rapat apa pun.

“Saya kaget dengan surat itu, nah sampai sekarang kami tidak pernah rapat dengan PPK dari bina marga. Makanya saya rasa aneh dengan adanya pembatalan ini, surat itu juga tidak sinkron untuk perihal dan isi suratnya, kalau persiapan kontrak itu harusnya saya sudah terima SPPBJ (Surat Penunjukan Penyedia Barang Jasa),” ucap Rafi, Sabtu (13/11/2021).

Rafi menjelaskan, di 5 November lalu, Dinas Bina Marga pernah menyurat dengan pembahasan pra kontrak, sayangnya pihak PPK hanya mengutus staf bukan pejabat yang bisa menentukan kebijakan.

“Minggu lalu saya ke kantor bina marga karena undangan dari mereka, tapi kenapa yang temui saya cuma staf bukan PPK. Alasannya pak kadis lagi ada tamu dan tidak bisa ditemui,” bebernya.

Tak hanya itu, Rafi menjelaskan selama proses penetapan pemenangan hingga prakontrak, pihaknya mendapat perlakuan berbeda dengan perusahan yang lain. Lambannya penyerahan kontrak diduga melibatkan oknum di Dinas Bina marga.

“Kalau merujuk dari waktu yang ditetapkan oleh Pokja, di Tanggal 27 Oktober harusnya saya sudah tanda tangan kontrak. Kenyataanya saya malah dipersulit dengan pertanyaan yang tidak sesuai regulasi dalam pengadaan barang dan jasa. Saya menduga ada oknum yang tidak ingin pekerjaan ini kami kerjakan,” paparnya.

Rafi menegaskan, pihaknya akan menempuh jalur hukum guna melaporkan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pembatalan pekerjaan ini.

“Saya akan laporkan kasus ini ke Kejaksaan tinggi dengan KPPU (Komisi pengawas persaingan usaha) supaya kejanggalan proses ini terjawab, siapa sebenarnya yang bermain api, karena saya sudah sangat dirugikan atas kejadian ini,” tegas Rafi.

Kendati demikian, Rafi mengatakan, pihaknya beritikad baik dengan membuka kesempatan bisa berkomunikasi secara persuasif.

Ia meminta Dinas Bina Marga agar mempermudah proses pekerjaan ini mengingat betapa pentinganya jalanan yang telah lama dinantikan masyarakat.

“Jangan korbankan masyarakat yang jadi korban PHP Dinas Bina Marga, seharusnya mereka mempermudah pekejaan agar bisa terealisasi secepatnya,” tutupnya.

Laporan: Aden

Potretsultra
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *