KONAWE KEPULAUAN – Warga Desa Bahaba Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), bangga mempunyai pemimpin muda dan karismatik di desanya itu.
Namanya Baharudin, Dia dipilih oleh warga Desa Bahaba pada Pemilihan 10 Oktober 2017 lalu di lantik oleh Bupati Konkep Ir. H. Amrullah, MT pada 22 November 2017 di rumah jabatan (Rujab) Bupati.
Empat tahun pasca dilantik, Kades kelahiran Roko-Roko, 11 April 1985 itu mengemukakan kinerja yang telah dia lakukan untuk warga Desa Bahaba. Dia mengatakan bahwa dari awal mekarnya desa yang dipimpinya pada tahun 2010 diketehui luas wilayahnya hanya 6 kilo meter yang terdiri dari tiga dusun yaitu dusun 1, 2 dan 3.
“Desa Bahaba dulu adalah merupakan desa baru di Kecamatan Wawonii Tenggara dan desa ini telah dihuni penduduk asli orang Buton dan orang Wawonii. Dulu masuk dalam wilayah Kecamatan Wawonii Timur pecahan dari Desa Teporoko,” papar Baharudin saat ditemui beberapa waktu lalu.
Tak tanggung-tanggung, pria alumni SMAN 1 Kendari itu menjelaskan secara rinci letak geografis Desa Bahaba kepada media ini. Katanya, Desa Bahaba terletak pada dataran rendah dengan ketinggian kurang lebih 50 meter dari permukaan laut yang dihuni sebagian besar suku Boton dan Wawonii, dan suku lain yang telah lama tinggal dan menetap.
Dulu di tahun 2010 tercatat jumlah total penduduk Desa Bahaba sebanyak 144 jiwa, yang terdiri dari laki-laki 75 orang dan perempuan 69 orang. Dari hasil survei data sekunder Poliklinik Kesehatan Desa (PKD), bila dibandingkan dengan data administrasi desa, kemungkinan terjadi perbedaan yang disebabkan telah berpindahnya domisili sebahagian penduduk untuk mencari pekerjaan di daerah lain dan juga adanya pendatang baru yang belum teridentifikasi sebagai penduduk.
Lebih jauh, suami dari istri Mahayana menuturkan luas keseluruhan wilayah desa yang dipimpinnya terbagi dari lima fase yang mencapai kurang lebih 107,5 Hekto are (Ha), beserta dengan batas-batas desa.
“Di Desa ini ada beberapa lahan dan kawasan yang orang-orang mesti tau seperti halnya lahan pemukimannya seluas 1,50 Ha, lahan perkebunan 20 Ha, lahan pertanian 35 Ha, kawasan hutan lindung 50 Ha, serta pesisir pantai 1 Ha. Sedangkan batas desanya itu sebelah barat berbatasan dengan teporoko, seblah timur berbatasan dengan Roko-Roko, seblah selatan berbatasan dengan laut, sebelah utara berbatasan dengan hutan,” jelasnya.
Olehnya itu, anak dari ayah Maksum dan ibu Simiu menegaskan jika keadaan masyarakat di Desa Bahaba sebagian besar mata pencahariannya adalah petani, nelayan dan pedagang. Akan tetapi dari segi pertanianpun sangat beragam diantaranya adalah kelapa, pala, cengkeh, kakao dan jambu mente.
“Dengan beberapa aspek mata pencaharian warga, maka kita diharapkan kepada pemerintah desa yang akan melanjutkan pemerintah desa yang ini di maksud adalah pelaksana nanti, untuk selalu memperbaiki sistem administrasi dan selalu mengcek ulang terhadap keberadaan warga. Sehingga saya berkesimpulan bahwa terjadinya selisih tersebut dikarenakan banyaknya warga Desa Bahaba,” harap Kades tiga anak itu.
Di tanya soal hak warga, anak ke tiga dari enam bersaudara menyatakan jika terjadi penambahan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di tahun 2022 ini di karenakan terdapat beberapa warga yang menikah ataupun pindah domisili.
“Di tahun 2021 penerima BLT itu sebanyak 18 KPM, sedangkan tahun 2022 itu sebanyak 21 KPM dari total jumlah Kepala Keluarga sebanyak 52, dan 175 jumlah jiwa di tahun ini” Baharudin memukas.
Untuk diketahui, secara umum Desa Bahaba merupakan daerah pesisir pantai, lokasi desa tersebut cukup strategis yaitu dengan adanya sarana perhubungan pelabuhan yang merupakan satu-satunya pelabuhan tambatan perahu yang melalui pintu gerbang Kecamatan Wawonii Tenggara dari lintas laut sehingga arus lalu lintas pelabulahan dapat dipergunakan oleh beberapa Desa yang ada di Kecamatan Wawonii Tenggara.
Laporan: Yatno






















Tinggalkan Balasan