PGRI Buton Sukses Gelar Konkerkab III

Keterangan Gambar : Foto Bersama PGRI Buton Usai Menggelar Konkerkab III

Potretsultra

BUTON – Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) III PGRI Buton sukses digelar di Aula SMKN 2 Buton Desa Dongkala Kecamatan Pasarwajo pada Minggu (17/9/2023).

Dalam pantauan media, kegiatan itu dibuka langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ahmad Mulia, S.Pt, M.Si yang mewakili Pj. Bupati Buton. Turut hadir diantaranya, Asisten I Alimani, S.Sos, M.Si, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buton, Jufri, S.Kom.

Dalam sambutannya, Ketua PGRI Kabupaten Buton La Nesa, S.Pd, M.Si menjelaskan bahwa kegiatan Konkerkab III ini merupakan agenda organisasi yang harus dilaksanakan setiap tahun untuk mengevaluasi program kerja PGRI Buton tahun 2022 lalu.

“Kegiatan ini juga sekaligus merumuskan dan merancang program kerja yang harus dituntaskan di tahun 2023 dan 2024 mendatang,” ujar La Nesa.

Lebih lanjut, La Nesa menerangkan, banyak program kerja PGRI Buton yang fokus pada peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru yang tidak dapat dilaksanakan yaitu program Lingkar Belajar Guru (LBG) diantaranya, Pelatihan Penggunaan Teknologi dan Aplikasi Pendidikan, Pelatihan Public Speaking dan “emotional Control”, Pelatihan Ice Breaking untuk Pembelajaran, Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran, dan Pelatihan penulisan dan Literasi Numerasi.

Potretsultra

Selain itu, tambah La Nesa, program lain adalah Smart Learning and Charakter Center (SLCC) yaitu Pelatihan membuat video cap cut keren dengan berbagai vitur, pelatihan membuat video pembelajaran dengan Canva, pelatihan Step To A Flipped Classroom, dan Pelatihan Pembelajaran Inovatif berbasis Microsoft Sway.

“Program tersebut diatas anggarannya tidak terlalu besar sekitar seratus lima puluhan juta rupiah karena tenaga ahli yang dilibatkan dari PB PGRI tapi karena anggaran terbatas hanya mengandalkan iuran anggota yang tidak hanya fokus pada program kerja tapi harus disetor ke pusat, provinsi dan cabang, sehingga banyak program kerja tidak dapat dilaksanakan,” terangnya.

La Nesa berharap, semoga ada pihak-pihak yang memiliki niat tulus untuk memuliakan guru, dan mau membantu PGRI Buton dalam menjalankan program kerja yang telah dibuat.

“Faktor utama penentu keberhasilan pendidikan di daerah adalah guru, ketika guru memiliki kompetensi yang mumpuni, maka pasti peserta didiknya bermutu dan berkualitas,” tutupnya.

Laporan: Akbar

Potretsultra Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *