PGRI Bekerjasama Unsultra Gelar Dialog Virtual Nasional Gagas Tantangan Mutu Pendidikan di Tengah Pandemi Covid 19

Keterangan Gambar : Dialaog virtual Nasional peningkatan mutu pendidikan ditengah pandemik covid 19

Potretsultra

KENDARI- Persatuan Guru Repubulik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bekerjsama dengan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra),menggelar dialog Virtual Nasional bertajuk “belajar dari Covid 19” mengggas tuntas tantangan dunia mutu pendidikan pada masa pandemi dan pasca pandemik.Turut dihadirkan dialog Rangkaian Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tersebut ,yakni Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Prof Jasruddin,Ketua Umum PB PGRI  Prof Dr Unifa Rosyidi,Ketua PB PGRI Irman yasin limpo,Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra Drs Asrun Lio,Rektor Unsultra Prof Andi Bahrun,dan Sekertaris PGRI Sultra  Dr Kasmawati selaku moderator.

Kepala LL Dikti Prof Jasruddin,menyampaikan teknologi dan kreaktivitas merupakan kunci penddikan masa depan ditengah dampak wabah pandemi.Strategi pembelajaran jarak jauh (online) dapat mengubah mindset pengelola pendidikan dengan paradigma “merdeka belajar” dan “ sekolah merdeka”.

Kondisi ini mau tidak mau memaksa guru untuk beradaptasi dengan tehnologi.Meskipun realitas dilapangan kinerja seorang guru belum dapat tergantikan dengan dunia teknologi.ini tantangan yang harus dihadapi bersama bahwa guru tidak bisa mengisolasi diri,sebab kalau guru yang tidak adaptif terhadap teknologi akan tertinggal,.

Jadi guru katanya,harus mampu memanfaatkan dunia teknologi untuk mendukung perannya,sebagai transformer and fasilitator of knowledge,skill and atitude.Lanjutnya,pemerintah dan organisasi profesi harus memfasilitasi guru untuk menguasai tugas barunya itu,melalui program dengan indikator yang jelas dan terukur.Selain itu diharapkan,guru dan orang tua harus terjalin komunikasi yang lancar dan sustainable agar pengalaman belajar anak dari rumah beragam dan menyenangkan.

Selain itu pula diharapkan pada pemerintah daerah seyogianya,dapat menfasilitasi sekolah-sekolah untuk melakukan maping masalah yang ada disekolah dalam pembelajaran daring.Katanya,memanfaatkan teknologi lebih matang sebagai bagian penting dalam mencapai tujuan pendidikan nasional

Sementara Kadikbud Sultra Asrun Lio,memandang belajar dari rumah,melalui pembelajaran daring / jarak jauh memiliki makna yang lebih besar dan ini adalah awal pengalaman baru bagi siswa tanpa terbebani menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan.

Ia menerangkan,peran strategi Dikbud Sultra ditengah pandemi,telah mengedarkan surat edaran aktifitas guru dan siswa dilaksanakan di rumah.Pengumuman kelulusan telah dilaksanakan.Dimana guru melakukan rapat penentuan kelulusan melalui vicom berdasarkan situs situs yang tersedia.

Tidak hanya itu masih penjelasan Kadikbud,pihaknya memastikan protokol area institusi pendidikan yang menjadi kewenanganya berjalan dengan baik.Misalnya penyediaan sarana kesehatan di sekolah tersedia,melakukan realokasi anggaran dinas yang di fokuskan 3 hal yaitu,penanganan kesehatan di sekolah itu tersedia,misalnya ada masker, ada tempat cuci tangan.Kegiatan-kegiatan edukasi yang dilakukan melaui gugus tugas,percepatan penangan covit-19 di provinsi sultra.Penanganan dampak ekonomi dan penyediaan jaring sosial.

Selain itu Dikbud menyediakan anggaran perbaikan gizi masyarakat pendidikan , baik itu guru maupun siswa,berupa penyediaan vitamin untuk dana yang cukup besar dialokasikan untuk bantuan operasional pendidikan bagi siswa pendidikan menengah yang terkena dampak covit-19 dimana datanya 18 ribu tapi nanti akan diberikan pada siswa yang tidak tersentuh pada program PIP dalam PKH.

Guru guru honorer yang jumlahnya 3.300 yang mendapat insentif yang masih kecil juga diberikan stimulus, mengapresiasi apa yang sudah dilakukan guru guru honorer dengan mengalokasikan anggaran untuk iture alokasi anggaran tidak mempengaruhi rencana pembangunan gedung PGRI (guru) yang saat ini sudah selesai lelang dan sudah ditentukan pemenang tendernya sudah siap dibangun.

“Ini penting karena diharapkan adanya pemberdayaan dan peningkatan kapasitas guru dapat dilaksanakan di gedung.Ini yang menjadi pertimbangan dinas pendidikan dan kebudayaan untuk tetap membangun gedung guru meskipun banyak kegiatan yang harus terpotong.Dapat memastikan paket data guru dan siswa itu tersedia sudah bekerja sama dengan beberapa provider untuk menyediakan paket paket data tersebut,”katanya.

Ditambahkanya,pada Minggu ini akan diminta guru guru/ kepala sekolah untuk memberi nomor handphone siswa yang akan diisi paket data.Hal ini untuk memastikan keg belajar di rumah melalui daring bisa berjalan.
untuk siswa yang tidak bisa mengakses internet diberikan pelayanan yang berbeda dengan meminjamkan buku buku agar mereka tetap belajar.

Pada kesempatan yang sama Ketua PB PGRI Irman yasin limpo,mengatakan sistem pembelajaran ditengah pandemi menjadi metode terbarukan bagaimana proses pembelajaran itu bisa sampai ke siswa secara cepat,efektif, dan efesien,dan akhirnya guru mendapat sumber informasi yang banyak manjadi pemicu inovasi karena dapat membandingkan antara apa yang dialami dengan apa yang terjadi dilain tempat.

“Kita terus melakukan hal yang sifatnya adaptasi terhadap teknologi,dan bagaimana pemanfaatan teknologi ini untuk para regulator meminimalisir hal hal yang mampu mengurangi administrasi administrasi guru yang bisa menghambat kreativitas guru,kreativitas guru akan mati kalo waktu mereka dibebani oleh admisistrasi,”ujarnya,

Mumpung pandemi ini lanjutnya lagi,harus bangun new norma pendidikan kita utamanya bagaimana guru bukan hanya menggugurkan kewajiban sebagai trasforrmator knowledge tatapi juga sebagai penemu pengetahuan guru dan siswa tidak hanya diajarai tapi menemukan pengetahuan, itulah potret pembelajaran masa depan pembelajaran hari ini hanya dijadikan landasan untuk masing masing orang menggali potensi dirinya untuk kehidupan masa depan. disituasi inilah teknologi menjadi mutlak.

Ia mengakui,motivasi dan semangat pemerintah daerah dalam hal ini gubernur Sultra dalam mendorong peningkatan prefesionalisme guru itu sangat luar biasa,sebelum pandemi sudah dibicarakan di gedung guru harus menjadi digital learning center sehingga bermanfaat bagi guru dalam peningkatan kompetensinya.PGRI mengadakan rapat virtual,webinar berseri untuk guru dan dosen,akhirnya new norma ini hadir.

“Pandemi ini bisa menjadi motivasi khususnya kita di sultra momentum gedung guru itu dijadikan sebagai digital learning center. sehingga guru guru bisa mentrasformasi keilmuannya.
mendesak,”tambahnya.

Rektor Unsultra Prof Andi Bahrun,menyampaikan adanya pandemi semakin memantapkan mindset tenologi bahkan sudah bertranformasi sistem digital walaupun belum full.Namun secara bertahap kita sudah masuk karena terbukti kita mampu melakukan lompatan pemanfaatan teknologi terutama dalam pembelajaran.

Awalanya,banyak mahasiswa bahkan dosen dan guru yang masih belum banyak berteman dan akrab dengan pembelajaran online tapi dengan adanya kebijakan stay home belajar dari rumah saat ini luar biasa mahasiswa mau tidak mau harus memanfaatkan fasilitas kemajuan IT.

Guru dosen,siswa dan mahasiswa.Alhamdulilah sudah melaukan lompatan.Pembelajar digital ini sudah sangat luar biasa meskipun didalamnya masih banyak tantangan terkait dengan jaringan kemudian generasi siswa dan  mahasiswa masih banyak kurang peduli tapi terpaksa akhirnya mereka lakukan.

“Untuk itu peran pemerintah sangat kita harapkan tentu membangun infranstruktur dasar misalnya jaringaan.Tentu kita berharap kedepan internet digratiskan bagi mahasiswa siswa dan dosenvdan guru.Sehingga banyak akan melahirkan kreaktivitas,inovatif inovasi dengan pembelajaran.

Saya kira dengan kondisi pandemi kita semakin kreaktif inovatif untuk menuntut para guru dan dosen untuk mau mempersembahkan desai-desain pembelajaran yang menggunakan IT dan mengadivisualkanya,”jelasnya.

“Meskipun kondisi kita saat ini beragam ada terpencil di Kota dan keberagama sosial ekonomi masyarakat.Saya kira ini kewajiban pemerintah untuk hadir menyelesaikan masalah sehingga benar-benar orang kaya dan miskin mendaptkan pelayanan pendidikan yang sama,”sambungya.

Andi mengutarakan,pembelajaran secara daring lewat online aplikasi zoom goole class,belum maksimal dan belum optimal disamping itu aplikasi ini dibeli dan mahal harganya dan terbatas. Sebenarnya ada yang lebih yakni mengembangkan Leaning Manejement Sistem (LMS),dan suatu sistem pembelajara yang bagus.Kalau hanya zoom itu pemindahan dari fece to face (tatap muka)  ke virtual tetapi tidak satu sistem bagaimana materi pembelajaran,materinya maupun dan bagaiman sistem penilain dan sistem kontronya itu suatu sistem jaminan mutu.

Andi Bahrun berharap kedepan baik sekolah maupun perguruan tinggi terus memperbaiki terus memantapkan diri dan membangun Leaning Manajement Sistem.

“Kita sudah tidak ada kata mundur mau atau tidak sekaramg tekonologintelah ada kuta harus mampu beradaptasi mampu memanfaatkanya dengan baik.Sebab kalau tidak bagi mereka yang tidak memanfaatkan kemajuan IT akan tertingal.Saya kira ini kesempatan yang baik untuk kita belajar untuk mengoptimalkan knowlege.Termaksud Unsultra sudah membangun namanya leaning manajement sistem.Perkuliahan terus kita perbaiki tidak hanya pandemi tetapi kelanjutan pasca pandemi tetap akan diberlakukan,”katanya.

Ia menambahkan,adanya kebijakan belajar dirumah dengan adanya Pandemi Covid 19,setiap individu, sekolah atau institusi harus fleksible beradaptasi dengan perubahan yang ada dan memasuki norma baru yang serba digital.

“Mau tidak mau,kita harus mau menerima kemajuan IT dan terus bereksperimen dan belajar.Kata orang, Hidup untuk belajar dan belajar untuk hidup. Hanya orang mati yang berhenti belajar.Berhenti Belajar berarti kekalahan telah menanti dan bersiap digilas zaman,”jelasnya lagi.

Terkait adanya PGRI Dosen Universitas Halu Oleo menyambut baik, itu strategi Unsultra dalam  membangum jejaring kerjasama dengan siapapun.Baik kerjasama antara perguruan tinggi,baik dalam maupu luar negeri kerjsama pemerintah daerah kabupaten kota termaksud organisasi profesi salah satunya kali ini dengan PGRI.

Ketum Umum PGRI Prof Unifa Rosyidi mengungkapkan,PGRI mengadakan kegiatan webinar seri dan worshop online sejak 2- 20 Mei tersebut dikuti oleh 15.516 guru dan dosen di seluruh indonesia termasuk guru dari sultra yanga berjumlah kurang lebih 600 guru, siaran dari pagi hari dari mulai pukul 08 Wib samapi pukul 21.00 malam dalam rangka membantu para guru ketika mengalami krisis pandemi.

Jadi PGR betul-betul mendedikasikan kepada indonesia dan ikut gabung memberi materi dari guru besar ITB, UPI, bahkan duta besar untuk husbekiztan ikut bergabung.Hal ini membatu para guru agar memiliki keterampilan online dan ofline dimasa pandemi karena kita akan memasuki the new normal.Kegiatan ini bekerjasama dengan rumah perubahan mengusung tema driving for teacher
festival pembelajaran guru milenial.

Adapun tujuan virtual dialog nasional yang direkomendasinya, membentuk crisis center di semua daerah untuk membangun solidaritas membatu pemerintah masyarakat.Bagaimana PGRI berbagi.Webinar berseri yang dikuti 15516 guru, ini menandakan antusias guru yang luar biasa untuk belajar.

“Kita akan memasuki new normal dimana kita tidak bisa lagi life stil kita pembelajaran,organisasi dikelola dengan cara cara yang lama efesiensi, keterbukaan dimana teknologi menjadi bagian yang sangat penting untuk mendorong akses dan kualitas bagi anak anak kita di indonesia,”pungkasnya.

Laporan:La Ismeid

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *