Perludem Minta Elite Bertanggung Jawab Beri Pendidikan Politik ke Publik

Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraeni Saat Memaparkan Materi di Seminar Nasional (Foto: Muhammad Rusmin)
Keterangan Gambar :

KENDARI – Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraeni mengungkapkan, perjalanan panjang menuju Pemilu 2019 mulai terasa panas, di dunia nyata maupun di dunia maya.

Hal ini dikatakannya pada Seminar Nasional yang digelar oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo Kendari dengan bekerjasama KPU Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di salah satu hotel di Kendari, Senin (18/2/2109).

Sebagai salah satu narasumber di Seminar Nasional tersebut, Titi Anggraeni mengatakan, konstelasi politik menjelang Pemilu yang bakal digelar pada 17 April 2019 mendatang ini makin berdinamika. Sehingga dia meminta para elite politik dituntut bertanggung jawab memberikan pendidikan politik yang baik ke publik di setiap kampanye yang digelarnya.

“Sebagai politisi bermutu, mereka harus memberikan pendidikan politik yang baik kepada rakyat kita,” ungkap Titi Anggraeni dalam paparan materinya.

Titi Anggraeni juga menjelaskan, di luar kesiapan formal dalam administratif faktual, yang juga penting bagi partai politik adalah mempersiapkan diri untuk menjadi bagian dari infrastruktur politik yang adil dan beradab.

“Mengapa demikian, karena apa yang tegambar dalam infrastruktur politik akan tercermin dalam suprastruktur politik,” jelasnya.

Lebih lanjut Titi menerangkan, yang dimaksud infrastruktur politik yaitu lembaga-lembaga yang memiliki implikasi politik yang hidup dan berkembang ditengah – tengah masyarakat. Contohnya partai politik, Ormas, Lembaga Swadaya Masyarakat dan sejenisnya .

Selain itu, tambah Titi Anggraeni, untuk mewujudkan sila kedua dalam pancasila yakni kemanusiaan yang adil dan beradab, maka dibutuhkan pertauran perundang-undangan yang konstruktif.

“Tentu dibutuhkan serangkaian Undang-Undang  yang konstruktif bagai terciptanya kehidupan politik, ekonomi sosial yang adil dan beradab,” tutupnya.


Laporan: Muhammad Rusmin
Editor: Jubirman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *