BUTON SELATAN – Sudah kurang lebih sebulan listrik di Pulau Siompu Kabupaten Buton Selatan (Busel) mengalami pemadaman listrik bergilir oleh PLN.
Pemadaman dilakukan per 5 desa bergantian per malam. Dari 4 mesin yang tersedia di dua unit Siompu dan Siompu Barat, hanya satu yg berfungsi.
Fenomena ini sangat menggangu ritme ekonomi masyarakat di Pulau Siompu, pasalnya roda aktifitas masyarakat sangat tergantung dengan listrik. Misal, pembuatan es batu untuk bahan pendingin ikan, pertukangan kayu, usaha fotocopy serta mengganggu komunikasi di beberapa titik karena BTS sangat tergantung dengan pasokan listrik dari PLN.
Masalah ini memantik reaksi dari salah satu tokoh muda asal Kecamatan Siompu, Suharmin Arfad. Menurutnya, sudah seharusnya Pemda Busel lebih concern pada kebutuhan dasar masyarakat, yaitu pendidikan, kesehatan, air dan listrik.
“Jika tidak mendapat perhatian yang serius, pemadaman bergilir ini bisa memicu inflasi atau kenaikan harga”, ujar Suharmin kepada Potretsultra.com, Sabtu (9/12/2023).
Lebih lanjut Suharmin mengatakan, Presiden Republik Indonesia sudah mewanti-wanti semua Pemerintah Daerah untuk fokus pada tiga hal utama, yaitu penurunan angka stunting, kemiskinan ekstrim dan inflasi.
“Minimal Pemda Busel berkoordinasi dengan PLN Wilayah untuk langkah perbaikan. Setelah kurang lebih 5 tahun listrik menyala di Kecamatan Siompu, masyarakat sudah sangat tergantung dengan listrik sehingga ketika terjadi pemadaman, masyarakat mengalami disorientasi”, tegas pria yang juga menjabat sebagai Sekdis PMD Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut.
Selain itu Suharmin juga mendesak PLN Wilayah untuk segera melakukan upaya konkret, sebelum masyarakat memberikan reaksi yang kurang baik terhadap fasilitas PLN. Tahun 2024 mendatang, suasana akan sangat sensitif, jangan sampai suasana seperti ini menjadi komoditas kampanye.
Tim Redaksi






















Tinggalkan Balasan