‘Nakal’ Lagi, PT GKP Diduga Serobot Lahan di Konkep

Keterangan Gambar : Satu Buah Mobil Alat Berat Milik PT GKP Ditinggalkan oleh Karyawannya di Lokasi Diduga Penyerobotan (Foto: Redaksi)

Potretsultra

KONKEP – Perusahaan tambang PT Gema Kreasi Perdana (GKP) diduga kembali berulah ‘Nakal’ dengan menyerobot lahan warga Desa Sukarela Jaya Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep).

Lahan tersebut diduga diserobot pada sekitar pukul 14:30 Wita oleh PT GKP. Menurut Aco (27) salah seorang warga saat ditemui di lokasi mengatakan, lahan tersebut diketahui milik Idris warga Desa Sukarela Jaya Kecamatan Wawonii Tenggara.

“Kejadiannya ini kemarin sekitar jam setengah 3 sore, lahan ini milik Pak Idris dan dia belum jual ke PT GKP,” ujar Aco kepada Potretsultra.com, Rabu (17/7/2019).

Saat kedapatan diterobos, kata Aco, karyawan PT GKP langsung melarikan diri dan meninggalkan satu buah mobil alat berat. “Kemarin saat didapat sama tiga orang warga, belasan karyawan perusahaan tambang langsung lari dan dikejar oleh warga,” jelasnya.

Untuk berjaga-jaga agar tidak diserobot lagi, lanjut Aco, puluhan warga kembali mendirikan tenda di lokasi lahan tersebut. Tenda ini didirikan sekitar pada Pukul 18:00 Wita kemarin.

“Ini sudah dua tenda kami dirikan, yang satu lahan milik Ibu Marwah yang satunya lagi lahan baru saja diserobot kemarin di lahan milik Pak Idris,” terangnya.

Potretsultra

Di tempat terpisah, Koordinator Humas PT GKP, Marlion menjelaskan, pihaknya tidak melakukan penyerobotan, namun ada kekeliruan operator dan pengawas lapangan terkait tanda batas lahan perusahaan.

“Kami tidak melakukan penyorobatan lahan hanya saja operator kami dan pengawas lapangan keliru melihat pita tanda batas dan kebetulan wilayah yang dibersihkan itu tidak terdapat tanda pita sebagaimna lazimnya. Sehingga alat kami melintas ke lahan Idris sekitar 3 meteran,” ungkapnya seperti dikutip dari Detiksultra.com

Namun ini dibantah langsung oleh warga Desa Sukarela Jaya, Ratna. Kata dia, apa yang disampaikan oleh Humas PT GKP itu bohong besar. Katanya, itu alasan lagi.

“Ini sudah dua kali kami diterobos. Terlalu banyak alasannya itu Marlion,” tegas Ratna.

Tambah Ratna, untuk lebih jelasnya Humas PT GKP itu diminta segera turun ke lokasi yang diduga diserobot. “Kami minta Marlion itu ke lokasi secepatnya,” pungkasnya.

Dalam pantauan jurnalis ini, puluhan warga terlihat menjagai lahan yang diduga kembali diserobot oleh PT GKP sambil mendirikan tenda. Rencananya malam ini puluhan warga Roko-Roko Raya akan kembali bermalam di lokasi.

Laporan: Redaksi

Potretsultra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *