Mudahkan Nasabah Peroleh Porsi Haji, Bank Muamalat Luncurkan Aplikasi Prohajj

Keterangan Gambar : Branch Manager Cabang Kendari, Fitrawan (Foto: IST)

Potretsultra

KENDARI  – Bank Muamalat Indonesia meluncurkan produk baru yakni pembiayaan Multiguna Prohajj. Produk itu kemudian telah disetujui oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait dengan peluncurannya.

Branch Manager Bank Muamalat Cabang Kendari, Fitrawan mengungkapkan bahwa, saat ini daftar tunggu keberangkatan haji untuk wilayah Sulawesi Tenggara sudah mencapai 24 Tahun Lamanya, untuk memudahkan nasabah memperoleh porsi haji, Bank Muamalat meluncurkan produk pembiayaan prohajj tersebut, dimana hanya dengan Rp. 1 juta nasabah sudah memperoleh Porsi Haji.

“Fokus produk ini yakni pembiayaan dengan tujuan memperoleh porsi haji, untuk kemudahannya nasabah dapat melakukan pembiayaan haji tanpa harus datang ke kantor, hanya melalui aplikasi atau link yang telah disiapkan nasabah dapat memenfatakan program dari Bank Muamalat tersebut,” ungkap Fitrawan, Jumat (13/8/2021).

Nasabah dapat mengajukan pembiayaan dari rumah tanpa harus ke kantor dengan memenuhi persyaratan yang ada. Lanjut Fitrawan, pada segmen pembiayaan, Multiguna Prohajj menyasar calon nasabah pegawai, baik karyawan tetap maupun karyawan tidak tetap, wirausahawan, dan tenaga profesional.

“Pengajuan ini juga memungkinkan nasabah untuk melakukan akad tanpa harus tatap muka. Karena di tengah pandemi ini, tatap muka sangat dikurangi untuk mencegah penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Pembiayaan tersebut, memberikan plafond per nasabah maksimal Rp100 juta atau setara empat porsi haji sehingga pemohon dapat mendaftarkan pasangan maupun keluarga lain. Bank Muamalat akan terus mendekatkan diri kepada nasabah meskipun di tengah pandemi. Syaratnyapun cukup mudah, cukup melampirkan KTP, slip gaji, NPWP, dan mutasi rekening bagi wirausaha.

“Insyaallah BMI terus mengawal masyarakat dan nasabah untuk program haji muda yang mana program tersebut  adalah program dari BPKH dan BMI ikut memberikan support,” kata Fitrawan.

Produk ini memiliki jangka waktu mulai dari 12 bulan hingga 60 bulan, sehingga dapat meringankan beban nasabah atau angsuran dalam proses penndaftaran porsi haji.

Laporan: Jarman

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *