Mengincar Senayan Usai Kalah di Pilgub Sultra

mengincar kursi senayan
Keterangan Gambar : mengincar kursi senayan

KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) terpilih tak lama lagi akan dilantik, para petarung yang kalah di Pilgub kini mulai menatap jalan menuju senayan.

Usai kalah di Pilgub Sultra, pasangan Rusda Mahmud – Sjafei Kahar yang hanya berada di posisi kedua perolehan suara kini mulai mencari peruntungan ke DPR RI.

Dikutip dari laman website resmi KPU, www.kpu.go.id, Rusda Mahmud terlihat maju ke DPR RI melalui Partai Demokrat bernomor urut dua. Hal ini terlihat setelah KPU RI menetapkan Daftar Calon Sementara (DCS) untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019 mendatang.

Sjafei Kahar juga tak mau ketinggalan kereta. Mantan Bupati Buton dua periode ini pun dipastikan ikut menuju senayan berkendaraan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Calon Wakil Gubernur Sultra 2018-2023 itu tercatat menduduki nomor urut satu.

Hugua juga tak mau ketinggalan. Ketua DPD PDI Perjuangan Sultra ini juga maju bertarung melaju ke senayan. Meski kalah di Pilgub bersama Asrun, dirinya optimis siap merebut kursi DPR RI untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Tak tanggung-tanggung, Mantan Bupati Wakatobi dua periode ini langsung duduk di nomor urut 1 dalam DCS yang ditetapkan KPU RI.

Nama-nama lain tokoh dan politisi Sultra yang juga ikut mengincar kursi DPR RI yaitu mantan Wakil Gubernur Sultra, Moch Saleh Lasata yang maju berkendaraan PBB dengan nomor urut dua. Sementara itu, Partai Gerindra juga menghadirkan mantan Bupati Konawe Selatan, H. Imran yang juga menempati nomor urut dua untuk maju di DPR RI.

Selain itu, nama mantan rektor Universitas Negeri Jakarta, Prof Djaali juga terlihat maju mengincar senayan. Djaali maju di nomor urut buncit (enam) dari Partai Amanat Nasional.

Sedangkan, para petahana anggota DPR RI periode 2014-2019 Dapil Sultra masih tetap maju kembali ke senayan. Seperti Ridwan Bae, Haerul Saleh, Umar Arsal dan Tina Nur Alam. Hanya Amirul Tamim saja yang bergeser ke DPD RI.

Namun yang berbeda, Tina Nur Alam tak lagi menggunakan kendaraan PAN. Ia hijrah ke Partai Nasdem dengan nomor urut dua, di bawah dari Malkan Amin

Laporan: Jubirman

Potretsultra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *