KPU Sultra Target Partisipasi Pemilih Capai 77,5 Persen di Kolaka

Komisioner KPU Sultra, Ade Suerani Saat Pengukuhan dan Bimtek Relawan Demokrasi di Kolaka (Foto: IST)
Keterangan Gambar : Komisioner KPU Sultra, Ade Suerani Saat Pengukuhan dan Bimtek Relawan Demokrasi di Kolaka (Foto: IST)

KENDARI – Usai resmi diambil alih tugas, KPU Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) turun ke KPU Kabupaten Kolaka yang diwakili Ade Suerani dan KPU Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) yang diwakili oleh Muh Nato Al Haq.

Menurut Komisioner KPU Sultra, Ade Suerani, turunnya komisioner KPU untuk mengecek langsung kesiapan tahapan, dan memastikan tahapan berjalan sebagaimana mestinya.

Tahapan yang sedang berjalan antara lain, lanjut Suerani, pengukuhan dan pembekalan relawan demokrasi, persiapan kampanye di media massa, persiapan pembentukan KPPS, kesiapan logistik, serta sosialisasi atau pendidikan pemilih dengan variannya.

“Beberapa yang sedang dipersiapkan, sudah diagendakan jadwal dan metode pelaksanaannya,” ungkap Suerani, Kamis (24/01/2019).

Tambah Suerani, sedangkan untuk Relawan Demokrasi (Relasi) yang sudah direkrut pada tanggal 18 Januari 2019 oleh KPU Kolaka Periode lalu, hari ini 24 Januari baru akan dikukuhkan sekaligus pembekalan. 55 Relasi siap diterjunkan guna membantu KPU Kolaka dalam meningkatkan partisipasi pemilih.

“Target partisipasi di TPS 77,5 persen adalah angka minimal yang harus diraih,” tambahnya.

Ade Suerani juga mengatakan, ada 10 basis pemilih yang akan disasar Relasi KPU. Peran Relasi cukup strategis untuk mengedukasi pemilih Pemilu, yang bukan saja menyampaikan akan pentingnya menggunakan hak pilih, tetapi juga memastikan pemilih terdaftar dan dapat memilih atau mencoblos dengan benar, sehingga suara pemilih menjadi bernilai.

Selain itu, kata Suerani, KPU Sultra juga melakukan pengecekan terhadap kesiapan logistik dengan mengecek kondisi gudang yang layak menampung logistik dan kondisi logistik sendiri.

“Letak gudang yang tinggi dari permukaan tanah, Alhamdulillah, potensi kebanjiran kecil sekali. Perlengkapan yang sudah ada, sudah disortir, dihitung dan diset sesuai kebutuhan TPS,” katanya.

“Ada beberapa sampul yang kurang, sudah dicatat dan dilaporkan ke provinsi. Dan beberapa perlengkapan pemungutan suara lainnya belum diadakan karena menunggu terbitnya peraturan KPU,” pungkasnya.

Laporan: Jarman

Editor: Jubirman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *