KENDARI – Koalisi Masyarakat Pemerhati Anti Korupsi (Kompak) Sulawesi Tenggara (Sultra) berdemonstrasi di perempatan pasar sentral Wuawua Kota Kendari, guna menyuarakan adanya dugaan kecurangan pada proses seleksi tenaga kerja honorer Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Oputa Yi Koo.
Pasalnya, ada sejumlah peserta yang kesal pada proses seleksi tersebut dan membeberkan sejumlah kejanggalan. Dalam mekanisme tahapan seleksi administrasi tenaga honorer Rumah Sakit Jantung tersebut diduga tidak transparan.
Hal itu terlihat dari pengumuman seleksi nomor: 800/449 tertanggal 13 Februari 2023 yang menerangkan, tidak ada pemberitahuan melalui media apapun, semua online di laman resmi yang telah ditentukan oleh panitia seleksi. Tetapi pada prosesnya pengumuman itu muncul di grup-grup Whatsapp, bukan pada link yang ditentukan.
Menurut Ketua Kompak Sultra, Ical menduga telah adanya maladministrasi pada proses perekrutan tenaga honorer di Rumah Sakit Jantung terbesar di Sulawesi Tenggara itu.
“Ada beberapa peserta atau nama yang sudah tidak memenuhi syarat, namun tetap diloloskan pada perekrutan tenaga honorer yang dilaksanakan oleh badan kepegawaian daerah (BKD) Sultra, tentunya ini sudah maladministrasi pada proses perekrutan tersebut,” ujarnya, Kamis (13/4/2023).
Lebih lanjut Ical mengatakan, salah satu peserta dengan nomor 77, pengumuman hasil verifikasi inisial ZR, yang di mana di dalam surat pengumuman nomor: 800.1.2.1/1151 soal hasil seleksi penerimaan tenaga kontrak yang dikeluarkan oleh pihak panitia sudah tidak memenuhi syarat.
Akan tetapi, dalam surat pengumuman panitia dengan nomor: 800.1.2.3/2010 pada hasil seleksi komputer assisted test (CAT) nama tersebut berhasil lolos di nomor urut 6 dengan NIK: 7402xxxxx01.
“Ini kuat dugaan kami ada permainan yang dilakukan oleh panitia seleksi,” tutupnya.
Laporan: Aden






















Tinggalkan Balasan