KONAWE KEPULAUAN – Hadapi tantangan era digital, Mahasiswa KKN IAIN Kendari bekerjasama dengan SMAN 2 Wawonii Tenggara menggelar seminar pendidikan, Senin (25/7/2022).
Meski terbilang baru seumur jagung, berkat kolaborasi dengan mahasiswa KKN, SMAN 2 Wawonii Tenggara berhasil memaksimalkan kegiatan seminar bertema “Menghadapi dampak arus digital dan Teknologi 4.0 serta Kenakalan Remaja pada tingkatan SMA”. Kegiatan ini digelar di Gedung Serba Guna Desa Sinaulu Jaya.
Kolaborasi ini melibatkan mahasiswa KKN dari empat desa yakni Desa Mosolo, Sinar Masolo, Sinaulu Jaya dan Wunse Jaya di Kecamatan Wawonii Tenggara. Seminar tersebut menghadirkan tiga pembicara yakni dari unsur guru Aliadin, S.Pd, S.Sos, dan Ucirman, S.Pdi, serta dari unsur jurnalis yakni Jubirman, S.Pd, M.Pd. Selain itu, juga pembicara dari mahasiswa KKN IAIN Kendari yakni Muslimah Aulia, Salim Yusril, dan Muhammad Fajar.
Aliadin dalam paparan materinya menjelaskan terkait tantangan arus globalisasi digital dan teknologi 4.0 terhadap masa depan generasi milenial. Sedangkan Ucirman lebih menyoroti soal peran remaja dalam keluarga masyarakat dan bangsa. Sedangkan Jubirman lebih mengulas tren arus digital menyambut bonus demografi.
Sementara itu, narasumber dari mahasiswa KKN yakni Muslimah Aulia yang bicara soal Media Sosial dan penggunaannya dengan bijak. Kemudian Salim Yusril lebih membahas soal bahaya pergaulan bebas. Sedangkan Muhammad Fajar menjelaskan tentang pengantar pendidikan, konsep dan aplikasinya.
Dalam sambutannya, Muh Ogi Saputra selaku Ketua Panitia Pelaksana mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bagian dari Program Gabungan antara ke 4 Posko mahasiswa KKN yang berkerjasama langsung dengan pihak SMA Negeri 2 Wawonii Tenggara.
Sedangkan menurut Koordinator Desa Mosolo Salim Yusril bahwa munculnya Seminar Pendidikan ini, berawal dari diskusi dengan masyarakat dan pemuda se Mosolo Raya dalam tantangan era digital. Setelah itu, komunikasi langsung dari pihak guru SMA untuk mengadakan seminar, dan yang jadi peserta adalah siswa SMA Negeri 2 Wawonii Tenggara.
“Tujuan terselenggaranya kegiatan ini yaitu agar para siswa siswi bisa mengetahui apa peran sebagai remaja dan menjadi edukasi tentang bermedia sosial dengan baik agar tidak menimbulkan simpul-simpul kenakalan remaja,” ujar Salim.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah urusan Humas, Aliadin, S.Pd, S.Sos menjelaskan, kegiatan seminar ini merupakan bagian dari upaya untuk memberikan edukasi ke para siswa terkait tantangan di era digital. Ia juga berharap agar siswa lebih berhati-hati dan lebih bijak dalam bermedia sosial.
“Kita menginginkan siswa-siswi ini lebih bijak menggunakan media sosial, dan harus siap menghadapi tantangan era digital. Karena arus tekhnologi ini memaksa kita harus mampu dan siap berdaya saing di era ini,” harap Aliadin.
Di tempat yang sama, dalam sambutannya, Kepala Desa Sinaulu Jaya, La Barimu mengapresiasi program mahasiswa KKN IAIN Kendari berkolaborasi dengan SMAN 2 Wawonii Tenggara dalam mengadakan seminar pendidikan. Menurutnya, program-program kepemudaan seperti ini harus selalu disupport karena masa depan bangsa ini sangat bergantung pada kualitas pemudanya hari ini. Sehingga ia mengatakan, akan selalu mengadakan diskusi atau seminar kepemudaan tiap tahun yang difasilitasi langsung oleh Pemerintah Desa.
“Tentu ini kita sangat dukung, selalu Kepala Desa di Sinaulu Jaya saya perlu sampaikan bahwa mulai tahun depan dan seterusnya kita akan selalu melaksanakan dialog atau diskusi berupa FGD membahas apa peran pemuda sebagai katalisator pembangunan desa,” kata Barimu.
Laporan: Jarman

























Tinggalkan Balasan