Kadin Kendari Layangkan Surat OJK Jawab Keluhan Debitur Merebaknya Covid-19

Keterangan Gambar : Ketua Kadin Kendari, Avianto Perdana Pagala, (Foto: Ist)

KENDARI–  Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Kendari, Avianto Perdana Pagala langsung tanggap terhadap keluhan-keluhan yang dialami para pelaku usaha akibat  merebaknya Virus Corona (Covid-19) di Kota Kendari.

Kata dia, hampir di seluruh wilayah Indonesia terdampak Covid-19 ini. Kondisi tersebut membuat Pemerintah Indonesia menerapkan Work From Home (Bekerja dari Rumah).

Menurutnya, langkah pemerintah tersebut diberlakukan untuk mencegah peredaran Covid-19 semakin meluas. Namun disisi lainnya, pemberlakuan Work From Home tersebut membuat perekonomian beberapa sektor turun drastis bahkan terpuruk. Misalnya di sektor jasa transportasi online, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta Pekerja Harian Lapangan (PHL).

Omset di ketiga sektor tersebut jauh mengalami penurunan, di sisi lain adanya kewajiban membayar kredit pada perbankan ataupun jasa keuangan lainnya.

“Kami sudah mendengar persoalan yang dialami pelaku usaha, dan kami juga akan menindak lanjutinya secepatnya. Suratnya sementara dibuat, dan Insya Allah Senin (23/3/2020), akan segera kami kirimkan ke OJK,” ujarnya.

Avi sapaan akrab Avianto Perdana Pagala mengungkapkan, Kadin secara kelembagaan akan bersurat ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meminta kepastian para pelaku usaha yang menjadi debitur di perbankan ataupun jasa keuangan lainnya mengenai kredit mereka.

Avi bilang, sebenarnya OJK pusat sudah meminta sektor perbankan untuk memberikan stimulus kepada debitur terdampak penyebaran virus corona. Dalam hal ini, OJK membuat aturan yang tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 11/POJK.3/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease.

“Dalam surat nanti, kami minta penegasan OJK apakah di restruk atau apapun itu yang berbentuk penangguhan pembayaran cicilan, soalnya ini bukan hanya tentang penurunan omset tapi juga arahan pemerintah tentang social distancing,” paparnya.

Ketua Komunitas Grab Angkot Lama, Yais Yaddi mengatakan omset pendapatan perhari dirinya dan rekan-rekan sangat minim sekali bahkan tidak sebanding dengan pengeluaran yang harus dikeluarkan dalam sekali jalan.

“Kami sangat terkena dampak dari adanya wabah ini, di saat orang lain telah melakukan Work From Working kami yang pekerja di sektor jasa transportasi online di lapangan tetap harus bekerja demi menopang kehidupan keluarga kami,” keluh Yais, kepada awak media Sabtu (21/3/2020).

Lanjutnya, pendapatan sangat minim, namun kredit terus berjalan. Itulah dilema yang saat ini dirasakan para pekerja jasa transportasi online dan UMKM, serta PHL.

“Kami berharap agar pemerintah dan stakeholder lainnya dapat menyuarakan keluhan kami ke OJK maupun perbankan atau jasa keuangan lainnya,” pungkasnya.

Laporan: La Ismeid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *