KENDARI – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Enam-Enam (STIE-66) Kendari membuka peluang baru bagi mahasiswanya melalui program magang Industri di Taiwan.
Program ini merupakan bagian dari kerja sama pendidikan internasional yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja langsung di berbagai perusahaan industri di Taiwan.
Ketua STIE 66 Kendari, Prof. Dr. H. Abdul Aziz Muthalib, S.E., M.S., menjelaskan bahwa saat ini program magang tersebut masih berada dalam tahap evaluasi sebelum pelaksanaan secara penuh.
Meski demikian, pihak kampus telah menyiapkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh mahasiswa yang berminat mengikuti program tersebut.
“Persyaratan untuk mengikuti program magang industri di Taiwan antara lain mahasiswa harus mengurus paspor, memiliki skor TOEFL minimal 350, serta surat keterangan dari dokter. Selain itu, usia maksimal peserta adalah 21 tahun. Mahasiswa juga sudah bisa mengikuti program ini mulai dari semester dua,” ujar Prof. Abdul Aziz Muthalib saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (11/3/2026).

Brosur STIE 66 Kendari tentang Program Magang Industri ke Taiwan (Foto: IST)
Menurut Prof Abdul Aziz, program magang ini tidak hanya memberikan kesempatan belajar, tetapi juga memungkinkan mahasiswa untuk bekerja secara langsung di bidang industri sesuai dengan program studinya. Khusus bagi mahasiswa manajemen, salah satu peluang yang tersedia adalah bekerja di sektor perhotelan.
Selain mendapatkan pengalaman kerja internasional, mahasiswa yang mengikuti program magang ini juga akan memperoleh penghasilan selama bekerja di Taiwan.
“Mahasiswa yang mengikuti magang di sana akan mendapatkan gaji. Besarannya berkisar antara Rp10 juta hingga Rp30 juta per bulan, tergantung pada bidang pekerjaan yang mereka lakukan,” ungkapnya.
Prof. Abdul Aziz Muthalib berharap, program ini dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan global, serta membangun jaringan kerjasama internasional. Ia juga berharap pengalaman dan ilmu yang diperoleh selama magang dapat diimplementasikan kembali di Indonesia.
“Saya berharap mahasiswa yang mengikuti program ini ketika kembali ke Indonesia dapat mengimplementasikan ilmu yang mereka peroleh dengan baik. Selain itu, mereka juga sudah memiliki jaringan jika suatu saat ingin kembali bekerja di Taiwan,” pungkasnya.
Program ini diharapkan dapat menjadi peluang besar bagi mahasiswa STIE 66 Kendari untuk meningkatkan keterampilan profesional sekaligus membuka jalan menuju karier internasional.
Laporan: Jumrin






















Tinggalkan Balasan