Jika Terpilih Jadi Kades, Arsan Siap Tak Digaji Selama 2 Tahun

Keterangan Gambar : Cakades Tangga Ruru, Arsan Pangala

KOLUT – Termotivasi dari cerita kepemimpinan Sang Kakek saat masih muda yang mampu memberikan rasa aman dan adil tanpa memihak dalam menyelesaikan persoalan warga, Arsan Pangala sebagai sang cucu Eyang Pangala tertarik berebut panggung di Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kabupaten Kolala Utara (Kolut).

Nama Arsan Pangala yang merupakan salah satu cucu Eyang Pangala yang tentunya tidak asing bagi warga Desa Tangga Ruru Kecamatan Purehu Kabupaten Kolut.

Melalui wawancara singkat via WhatsApp, Arsan Cakades Tangga Ruru nomor urut 1 (satu) dari 3 (tiga) calon menuturkan unek-uneknya kepada Potretsultra.com tentang maksudnya turut maju sebagai calon Kades pada Pilkades serentak 3 November 2019 mendatang.

Pertama, menurut Arsan, di umurnya yang ke 28 tahun, sudah waktunya untuk mulai ikuti jejak sang Kakek dalam hal kepemimpinan.
“Salah satu yang menjadi motivasi utama adalah ingin mengikuti jejak kakek sebagaimana dulu ia memimpin desa ini sejak terbentuk,” ujarnya pada Selasa (22/10/2019).

Kedua, Arsan berharap kompetisi yang diikutinya tersebut menjadi sebuah momentum dalam mewujudkan harapan-harapan warga sekitarnya baik dalam pembangunan infrastruktur, peningkatan Sumber Daya Manusia di bidang sosial, budaya maupun agama.

“Semoga hal ini bisa menjadi suatu momen yang tepat dalam rangka merefleksikan pengetahuan maupun dalam hal perwujudan harapan-harapan warga di bidang infrastruktur, SDM baik sosial, budaya dan agama,” terangnya.

Ketiga, kata Arsan, sebagai kaum milenial harusnya bukan cuma stok argumentasi yang diperbanyak. Tetapi harus punya aksi positif sebagai salah wujud kontribusi terhadap daerah.

“Sudah saatnya milenial bertindak, jangan hanya argumentasi tapi kita juga harus beraksi melalui langkah positif,“ tegasnya.

Optimisme yang menyertai menuju kursi Kades, Arsan tak segan menyampaikan bila terpilih maka dalam jabatan 2 tahun siap tidak menerima tunjangan atau gajinya. Tak hanya itu, apabila juga dalam masa 2 tahun tersebut tak mencetak perubahan, maka siap mundur dari jabatan sebagaimana motto “Amanah, religius, Agresif dan Normatif”.

“Dengan rasa optimisme, bila terpilih saya siap tidak menerima tunjangan selama 2 tahun dan jika dalam 2 tahun saya tidak bisa ciptakan perubahan saya siap mengundurkan diri,” tutupnya.

Laporan: Ahmad
Editor: Jubirman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *