KENDARI – Kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang tiba di Bandara Haluoleo Sulawesi Tenggara pada Senin, (21/10/2024) kembali menjadi sorotan.
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Konawe Selatan (Konsel) Hendra Yus Khalid menilai kedatangan TKA tersebut turut dicurigai. Pasalnya, ada kurang lebih 100 orang Tenaga Kerja Asing baru tiba hari ini di Bandara Haluoleo.
“Kedatangan TKA kami duga illegal pasalnya berdasarkan data yang kami himpun tenaga kerja asing hanya dikawal oleh pihak kepolisian dan tidak dilakukan pemeriksaan yang benar,” ujar Hendra Yus Khalid.
Lanjutnya, secara kelembagaan Hendra menilai bahwa kedatangan tenaga kerja Asing yang tidak dilakukan pemeriksaan yang benar, diduga datang di Sulawesi Tenggara secara illegal.
“Kami mempertayakan bagaimana bentuk pengawasannya dan kerja dari pihak keimigrasian,” tegasnya.
“Kami menduga ada permainan datangnya tenaga kerja asing khususnya dari pihak keimigrasian,” sambungnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, tambah Hendra, Tenaga Kerja Asing yang baru tiba di Bandara Konawe Selatan Sulawesi Tenggara itu akan dipekerjakan di Kabupaten Konawe di salah satu perusahaan besar di Sulawesi Tenggara.
“Jika memang tidak ada apa-apanya, mestinya tenaga kerja Asing yang baru tiba harus diperiksa dengan benar, ini yang kami lihat langsung keluar saja tidak ada pemeriksaan baik dari petugas bandara maupun dari pihak keimigrasian,” kata Alumni fakultas hukum Universitas Muhammadiyah Kendari itu.
Hendra meminta agar pihak Keimigrasian harus profesional serta benar-benar melakukan pengawasan dan pemeriksaan dengan ketat. Tenaga Kerja Asing yang masuk harus sesuai dengan aturan keimigrasian sebab keimigrasian memiliki tugas pelaksanaan kedaulatan untuk menjaga keamanan, kenyamanan di setiap siapa saja yang masuk di wilayah kesatuan Republik Indonesia dalam hal ini Provinsi Sulawesi Tenggara.
“Kami akan terus mengawal kasus ini dan mengkonsolidasikan agar TKA yang masuk di Sulawesi Tenggara harus dilakukan pemeriksaan ulang berkas-berkasnya dan jika tidak sesuai harus dikembalikan di negara asalnya,” tutupnya.
Redaksi






















Tinggalkan Balasan