HIPMI Sultra Lebih Tertarik Pertanian dan Perikanan Ketimbang Tambang

Keterangan Gambar : Ketua BPD HIPMI Sultra, Sucianti Suaib Saenong (Kanan) Didampingi Moderator Yeni Marinda

Potretsultra

KENDARI – Sektor perikanan dan pertanian dinilai lebih menarik untuk dikembangkan daripada sektor pertambangan di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hal ini diakui oleh Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Sucianti Suaib Saenong saat memaparkan materi pada Coffe morning Penasultra bersama HIPMI Sultra dengan tema implikasi kebijakan moratorium ekspor bijih nikel terhadap perekonomian daerah di salah satu hotel di Kendari beberapa waktu lalu.

Apalagi kata Suci, kondisi usaha pertambangan di Bumi Anoa saat ini sebagian besar malah dikuasai oleh orang dari luar Sultra. Sehingga perputaran ekonominya pun lebih berputar di luar Sultra. “Itu yang miris buat kita,” ucap Suci.

Sucianti juga mengatakan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statitik (BPS) Sultra, bahwa tingkat penyerapan tenaga kerja untuk sektor perikanan, kelautan dan kehutanan di Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 56 persen. Hal ini tentu berbeda jauh dari sektor pertambangan dan penggalian yang hanya menyerap 4 persen tenaga kerja saja.

Tidak hanya itu, Sucianti juga membeberkan data bahwa sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Sultra tertinggi ada pada sektor perikanan, pertanian dan perkebunan. Sedangkn Sektor pertambangan berada di posisi kedua. Sehingga ia menyarankan, agar tidak terlalu berfokus pada usaha pertambangan saja.

“Banyak kekayaan alam kita yang dapat membuka lapangan kerja lebih besar di Sultra dengan hasil pertanian kita yang lebih besar,” jelasnya.

Menurut Suci, Sulawesi Tenggara memiliki kekayaan alam yang melimpah di sektor pertanian dan perkebunan. Hanya saja para petani-petani di Sultra masih belum mengerti cara untuk mengekspor hasil pertaniannya.

“Coba pemikiran petani kita sama dengan pemikiran penambang yang bisa langsung ekspor tidak lagi ke Makassar dulu. Saya kira pertani kita jauh lebih kaya daripada penambang,” pungkasnya.

Laporan: Redaksi

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *