Lantik Pengurus HMPS Pendidikan Sejarah, Ini Pesan Dekan FKIP Unidayan

Keterangan Gambar : Suasana Pelantikan HMPS Pendidikan Sejarah Unidayan

Potretsultra

BAUBAU – Pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Sejarah Universitas Dayanu Ikhsanudin (Unidayan) resmi dilantik, pada Selasa (03/12/2019) di Baruga La Ode Maalim Unidayan.

Dalam pantauan media Potretsultra.com, selain Dekan, pelantikan ini dihadiri oleh Ketua Jurusan Pendidikan Sejarah, Beberapa Dosen dan Pengurus Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam HMI Sulawesi Tenggara.

Dekan FKIP Unidayan Dr. Rasmuin, M.Pd, saat ditemui usai melantik pengurus HMPS Pendidikan Sejarah Periode 2019-2020 itu menjelaskan bahwa organisasi kemahasiswaan sangat penting dalam dunia pendidikan tinggi untuk menunjang akreditasi.

“Organisasi mahasiswa itu penting dan dijamin undang-undang,” jelas Rasmuin.

Sambutan Dekan FKIP Unidayan, Dr. Rasmuin, M.Pd

Sambutan Dekan FKIP Unidayan, Dr. Rasmuin, M.Pd

Dalam menjalankan tugas kepengurusan, lanjut Rasmuin, banyak kegiatan kemahasiswaan yang dapat dilaksanakan untuk membantu program-program akreditasi. Seperti, melakukan program kreatifitas mahasiswa, bakti sosial atau program desa binaan.

“Banyak kegiatan fakultas yang memang membutuhkan sinergitas antara mahasiswa dan fakultas dalam mendorong naiknya akreditas jurusan dan universitas,” katanya.

Selain itu, Rasmuin berharap pengurus HMPS yang baru saja dilantik dapat menjadi wadah mahasiswa dan menjadi bagian dari aktivitas kegiatan fakultas. Sehingga mahasiswa menjadi aktif, baik di organisasi maupun secara akademis.

Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah yang baru saja dilantik ini, Junaidin menjelaskan bahwa dalam kepengurusannya ia akan melaksanakan kegiatan dan bekerja sama dengan fakultas dan Ketua Program Studi agar kegiatan yang diselenggarakan dapat bejalan dengan baik.

“Dalam waktu dekat ini, kami akan berkoordinasi dengan dekan dan ketua jurusan untuk menyusun program kegiatan yang nantinya akan menjadi suatu bahan acuan dalam meningkatkan kualitas mahasiswa sejarah maupun FKIP secara umum,” pungkasnya.

Laporan: Irfan Sahidin

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *