OPINI – Ketika berbicara tentang suksesnya PT Wakatobi Resort di Pulau Tomia, perhatian publik lebih banyak tertuju pada pendirinya, investor asal Swiss, Lorenz Mäder.
Namun di balik perjalanan panjang tersebut, ada sosok lokal yang memiliki peran sangat penting, yaitu H. Baharudin.
Berdasarkan berbagai sumber, bahkan sebelum resort resmi berdiri, Lorenz telah menjalin hubungan erat dengan Haji Baharuddin. Persahabatan dan kepercayaan yang dibangun sejak tahun 1995 menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam memperkenalkan investor asing kepada masyarakat Tomia.
Hubungan itu disebut sebagai fondasi yang membantu membangun kepercayaan masyarakat terhadap proyek wisata yang saat itu masih sangat asing bagi warga setempat.
Pertemuan tahun 1995 itu bukan sekadar pertemuan dua individu dari budaya yang berbeda. Pertemuan itu menjadi titik awal kolaborasi antara masyarakat lokal dan investasi internasional yang kemudian melahirkan salah satu destinasi selam terbaik di dunia.
Sebagai tokoh masyarakat, H. Baharudin diduga memainkan peran sebagai mediator budaya, penengah komunikasi, sekaligus penjaga hubungan harmonis antara investor dan masyarakat adat. Di daerah yang saat itu belum mengenal industri pariwisata modern, kehadiran figur lokal yang dipercaya masyarakat menjadi faktor yang menentukan keberhasilan sebuah investasi.
Seiring berkembangnya PT Wakatobi Resort, dampaknya terasa dalam penciptaan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, penyediaan listrik dan air bersih bagi masyarakat sekitar, serta tumbuhnya kesadaran konservasi laut yang menjadi kekuatan utama pariwisata Tomia.
Walaupun perjalanan tersebut juga diwarnai dinamika dan kritik mengenai distribusi manfaat maupun akses masyarakat terhadap sumber daya laut, keberadaan tokoh lokal yang mampu membangun dialog tetap menjadi elemen penting dalam menjaga keseimbangan hubungan antara investasi dan masyarakat.
Dalam perspektif sejarah pariwisata Wakatobi, H. Baharudin dapat dipandang sebagai “jembatan kepercayaan” yang menghubungkan kearifan lokal Tomia dengan visi global seorang investor asing. Tanpa adanya kepercayaan sosial yang dibangun sejak awal, proses investasi besar di daerah terpencil seperti Tomia kemungkinan akan menghadapi hambatan yang jauh lebih besar.
Oleh karena itu, sejarah kepariwisataan Pulau Tomia tidak hanya layak mengingat nama Lorenz Mäder sebagai pendiri Wakatobi Resort, tetapi juga memberikan penghargaan kepada H. Baharudin sebagai tokoh lokal yang berperan membuka jalan bagi hadirnya investasi pariwisata berkelas dunia di Wakatobi.
Perannya menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh modal finansial, tetapi juga oleh modal sosial berupa kepercayaan, komunikasi, dan kepemimpinan masyarakat.
Penulis: Muhammad Ali (Pengamat Pariwisata)

























Tinggalkan Balasan