KONAWE KEPULAUAN – Mahmud, SP. M.PW dinyatakan resmi menjabat sebagai Pelaksana Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) sejak 31 Januari 2022, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Umum dan Keuangan Setda Konkep.
Tak perlu menunggu lama usai dilantik, Mahmud langsung ‘tancap gas’. Dengan semangat Wawonii Bangkit, ia ‘berlari’ mengejar ketertinggalan agar Konkep dapat sejajar dengan daerah-daerah lain di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang lebih dulu mekar.
Mahmud terus berbenah, bergerak, dan melakukan percepatan-percepatan. Salah satunya melalui platfotm digital Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Sehingga transaksi keuangan mulai dilakukan dengan kerja-kerja digital.
“Setelah kami masuk di BKD, kami langsung melakukan langkah-langkah percepatan dengan merujuk pada ketentuan ETPD, bekerja sama dengan Bank Sultra,” ujar Mahmud saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (18/8/2022).
Dalam program ETPD ini, lanjut Mahmud, ada sebuah platform berbasis digital yang dikenal dengan Sistem Informasi Manajemen Pajak dan Retribusi Daerah (SIMPADA).
Selain itu melalui konsep ini lah, Konkep memasang Tapping Box atau alat perekam transaksi online di semua rumah makan, restoran, penginapa, dan hotel yang ada di wilayah Langara. Targetnya, Tapping Box menjadi salah satu gebrakan dalam meningkatkan penerimaan daerah pada sektor pajak.
“Dari 18 Tapping Box yang kita pasang di rumah makan dan penginapan atau perhotelan ini semuanya kami bisa pantau, karena transaksinya sistem digital, sehingga kami bisa akses setiap saat,” jelasnya.
Semenjak dilaunching pada Maret hingga Juli 2022, Tapping Box tersebut sudah menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp 30 Juta. Tentu jika saja terobosan Tapping Box ini dilaunching sejak awal januari 2022, maka penerimaan untuk PAD akan melampaui target.
Meski di sela-sela kesibukannya yang juga menjabat sebagai Asisten III Sekretariat Daerah, tak lantas membuat Mahmud merasa pesimis. Ia bahkan optimis bahwa di tahun 2022 PAD Konkep bakal berhasil melampaui dari yang telah ditargetkan. Dari target PAD Konke yakni Rp 18,32 Miliar, saat ini telah mencapai realisasi 75,5% atau Rp 13,83 Miliar.
Meski demikian, Mahmud terus mendorong sejumlah dinas atau OPD terkait yang dapat menyumbangkan PAD agar terus melakukan langkah-langkah kreatif dan proaktif di sektor masing-masing.
“Kami juga terus berupaya dan mendorong setiap OPD yang menghasilkan PAD untuk terus melakukan kerja-kerja kreatif dan proaktif,” katanya.
Mantan Kabag Umum ini mencontohkan di sektor pariwisata, yang ditargetkan Rp 20 Juta dan yang terealisasi telah menyentuh angka Rp 19,8 Juta. Artinya di sektor pariwisata realisasinya telah mencapai 99,2 persen. Begitu pula di Dinas Perhubungan dari target Rp 70 Juta yang terealisasi telah mencapai Rp 35 Juta.
Termasuk juga pemanfaatan pasar dari Dinas Perindagkop. Memang kata Mahmud, sebelumnya belum ada surat ketetapan dari retribusi daerah.
“Tapi begitu kami masuk disini, dengan melihat potensi-potensi itu kemudian melihat regulasi yang ada sesuai dengan Perda kami lakukan terobosan salah satunya bagaimana mengefektifkan pemungutan retribusi dari pemanfaatan pos pasar. Dan Alhamdulillah, sampai dengan periode Juli kemarin sudah ada penerimaan kurang lebih Rp 4 Juta-an,” paparnya.
Mahmud menambahkan, terobosan lain yang juga berhasil menyumbangkan PAD besar yakni di sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Piutang Pemda Konkep pada tahun 2019 yakni Rp 230 Juta, namun saat ini piutang tersebut berhasil terselesaikan di tangan Sang Kepala BKD Konkep. Hasilnya, penerimaan PAD dari PBB tahun ini mencapai Rp 325,43 Juta atau berhasil mencapai 141,5 persen.
“Salah satunya yang paling menonjol ini yakni piutang kita yang berkaitan dengan PBB tahun 2019 sekitar Rp 230 Juta itu sudah tuntas terselesaikan semua, malah melampaui di atas itu,” ucapnya.
Sektor-sektor yang lain juga terus digenjot, bahkan menurut pengakuan Mahmud, pihaknya sudah menyurati sejumlah OPD terkait agar terus kreatif dan proaktif dalam menggenjot PAD.
“Saya juga selalu mengingatkan di setiap rapat-rapat koordinasi bahwa patron kita dalam pemberian reward salah satunya yang misalnya presentase kenaikan anggaran itu salah satunya adalah progress penerimaan PAD, olehnya itu kita terus menggenjot PAD,” tutupnya.
Laporan: Jubirman






















Tinggalkan Balasan