Endang Usulkan Duet Kery Konggoasa – Ali Mazi di Pilgub Sultra

Keterangan Gambar : Ketua DPD Partai Demokrat Sultra, Muh Endang SA (Foto: IST)

Potretsultra

KENDARI – Pernyataan Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa (KSK), yang akan memborong semua kursi DPRD untuk Partai Nasdem tanpa menyisakan satu kursi pun terhadap partai lain memantik sejumlah komentar.

Diantaranya komentar itu dating dari Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tenggara Muh. Endang SA. Ia menyoroti pernyataan Kery Konggoasa yang dilontarkannya dalam suasana Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Partai Nasdem Sulawesi Tenggara  beberapa waktu lalu.

Dalam keterangan persnya, Endang menganggap pernyataan KSK sebagai pernyataan asal bunyi, tidak berdasarkan fakta dan seperti pernyataan orang yang lagi mabuk dan mungkin juga lagi bercanda.

“KSK bukan Kim Jong Un, jadi pernyataan itu seperti pernyataan orang mabuk, mungkin beliau lagi mabuk Partai,” ujar Endang sambil tersenyum.

Endang menjelaskan, dalam sejarah pemilihan legislatif di sebuah negara demokratis jarang  terjadi satu partai memborong semua kursi parlemen.  Kondisi itu hanya terjadi di negara-negara komunis yang menganut sistem partai tunggal seperti Korea Utara, yang dipimpin secara turun temurun dan saat ini dipimpin oleh Kim jong Un.

“Kita bukan negara komunis seperti Korea Utara, dan KSK bukan Kim Jong  Un,” kata Endang sambil tertawa.

Sementara itu, berkenaan dengan pencalonan KSK sebagai calon Gubernur (Cagub) Sultra pada Pilkada tahun 2024, Ia mengakui KSK sebagai salah satu figur Cagub terkuat. Namun supaya lebih kuat lagi Endang menyarankan agar KSK menggaet Ali Mazi Gubernur Sultra saat ini sebagai calon Wakil Gubernur (Cawagub), karena sebagai pemimpin keduanya punya banyak kesamaan dan chemistry.

“Selain itu, keduanya mewakili wilayah daratan dan kepulauan,” katanya.

Potretsultra

Endang juga menambahkan bahwa Kepala Daerah yang sudah dua periode secara konstitusi bisa maju kembali sebagai Wakil Kepala Daerah, dan sudah banyak presedennya. Seperti yang pernah terjadi di Surabaya saat Tri Rismaharini menjadi Walikota berpasangan dengan Bambang Dwi Hartono yang pernah menjabat Walikota dua periode sebelumnya.

“Jadi ini tidak mengada-ada, bisa secara konstitusi. Yang tidak bisa itu Presiden dua periode lalu jadi Cawapres,”  tegas Endang.

Selain bisa secara konstitusi, lanjut Endang, pencalonan pasangan KSK-Ali Mazi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra juga akan semakin memuluskan jalannya proyek-proyek mercusuar Ali Mazi seperti pembangunan kantor gubernur, tugu Oputa Yii Ko, Jalan Toronipa, Rumah Sakit Jantung, dan Perpustakaan.

“Saya dengar Ali Mazi juga masih akan membangun lagi kantor DPRD dengan anggaran 100 M, ini akan semakin mulus bila KSK-Ali Mazi terpilih di 2024. Apa lagi kalau Partai Nasdem menang Pilcaleg,” jelas Endang panjang lebar.

Mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sultra ini juga percaya pasangan KSK-Ali Mazi akan menjadi magnet yang bisa menarik partai besar lainnya seperti Partai Amanat Nasional (PAN). Dengan figur Ali Mazi, Endang yakin PAN Sultra akan bergabung, karena eratnya kerjasama antara Ali Mazi dan Abdurrahman Saleh (Ketua DPW PAN) selama ini. Ia juga menegaskan Ali Mazi demi kepentingan daerah pasti akan berkenan menjadi tandem KSK.

“Lihat saja beliau kemana-mana, dalam kostum serta acara apapun selalu pakai gobang, itu pertanda bahwa sebenarnya beliau masih siap. Dan andai bisa tiga periode pasti beliau akan maju lagi,” pungkas Endang.

Laporan: Redaksi

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *