Dua Alumni HMI Berebut Kursi Ketum Golkar

Keterangan Gambar : Airlangga Hartarto (Kiri) dan Bambang Soesatyo (Kanan) (Sumber: cnnindonesia.com)

Potretsultra

JAKARTA – Dua alumni organisasi ekstra Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo bertarung perebutkan kursi Ketua Umum (Ketum) Partai Golongan Karya (Golkar) melalui Musyawarah Nasional (Munas).

Munas Golkar itu rencananya digelar pada 3 hingga 5 Desember 2019. Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan bakal menghadiri agenda Munas tersebut.

Dua alumni organisasi ‘Hijau-Hitam’ ini masing-masing tak bisa dianggap remeh. Airlangga Hartarto selaku calon Ketum petahana kini menjabat sebagai Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian RI periode 2019 – 2024. Sebelumnya, alumni HMI cabang Yogyakarta ini juga menjabat sebagai Menteri Perindustrian RI pada tahun 2016 – 2019.

Sementara itu, Bambang Soesatyo atau akrab dengan sapaan Bamsoet itu saat ini tengah menduduki jabatan sebagai Ketua MPR RI periode 2019 – 2024. Alumni HMI cabang Jakarta ini sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPR RI pada tahun 2018 – 2019.

Menariknya, dua kader ‘Lafran Pane’ itu sama-sama duduk di jabatan strategis merupakan ‘bola muntah’ dari Setya Novanto (Setnov). Airlangga Hartarto menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setnov yang sedang menjalani proses hukum karena E-KTP. Begitu pula dengan Bamsoet yang duduk jadi Ketua DPR RI menggantikan posisi Setnov.

Pada Senin (2/12/2019), Airlangga dan Bamsoet resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Ketua Umum (Caketum) di Partai Golkar. Bamsoet lebih duluan mendaftarkan diri ke partai berlambang pohon beringin itu.

“Kedatangan Ketum ke daerah untuk menumbuhkan spirit,” ujar Bamsoet seperti dikutip dari cnnindonesia.com.

“Alangkah indahnya kalau kita bisa bergandengan tangan untuk membangun partai. Yang penting kita tetap komit dan support pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin,” tambahnya.

Usai Bamsoet, Airlangga menyusul datang ke Kantor DPP Partai Golkar untuk mendaftar maju sebagai 01 Partai Golkar. Ia mengklaim telah didukung oleh banyak pemilik suara sah dalam Munas Golkar untuk maju sabagai ketum Golkar.

“Jadi kalau jadi caketum tanpa didukung pemegang suara, namanya mengajukan diri sendiri. Saya tadi sudah dikatakan didukung oleh pemilik suara. Jadi jelas yang dipilih ini bukan menjadi anggota DPP Partai Golkar, tapi menjadi caketum Golkar,” kata Airlangga.

Melihat dua ‘adinda’ nya maju berebut kursi Partai Golkar, politisi senior Partai Golkar yang juga senior alumni HMI, Akbar Tandjung mengatakan, sosok yang didukungnya pada Munas tahun 2019 ini yaitu, figur yang mampu meningkatkan elektabilitas Partai Golkar.

“Saya itu mempunyai dasar, mempunyai alasan. Dasarnya bahwa saya akan memberikan dukungan kepada calon yang saya yakini akan memberikan, menghasilkan kepemimpinan baru dan mampu meningkatkan perolehan suara Golkar,” kata Akbar.

Laporan: Dari Berbagai Sumber
Editor: Jubirman

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *