Desa Powalaa di Kolaka Utara Dorong Ketahanan Pangan Lewat Green House Hidroponik

Keterangan Gambar : Foto Bersama Usai Peluncuran Green House Hidroponik "Karya Bersama" Milik Pemerintah Desa Powalaa

KOLAKA UTARA – Pemerintah Desa Powalaa, Kecamatan Pakue Tengah Kabupaten Kolaka Utara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan melalui terobosan inovatif.

Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Jupriadi, S.IP, desa ini meluncurkan program tematik Green House Hidroponik “Karya Bersama” yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Program ini menjadi simbol transformasi desa dalam memanfaatkan potensi lokal. Melalui green house yang telah dibangun, masyarakat kini dapat menikmati berbagai jenis sayuran sehat hasil budidaya hidroponik, seperti selada, sawi samhong, dan sawi pakcoy. Selain memberikan dampak positif terhadap ketersediaan pangan, program ini juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat secara langsung.

“Program ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk membangun desa berbasis potensi lokal dan ketahanan pangan. Kami ingin menjadikan Desa Powalaa sebagai contoh desa yang mandiri dan berdaya,” ujar Kepala Desa Jupriadi, S.IP kepada Potretsultra.com, Senin (21/7/2025).

Lebih lanjut Jupriadi menjelaskan, green house hidroponik ini juga membuka peluang usaha baru bagi warga dan menjadi alternatif pangan sehat yang bisa diakses langsung oleh masyarakat.

“Bagi warga yang tertarik untuk membeli hasil panen hidroponik, dapat menghubungi kontak WhatsApp di nomor 0822-9351-3837,” ungkapnya.

Kegiatan peluncuran Green House Hidroponik ini ikut dihadiri oleh Camat Pakue Tengah, Taslim, S.Pd, dan dihadiri pula oleh Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Usman, SE. Usman menyampaikan apresiasi terhadap langkah strategis Desa Powalaa dalam mendukung ketahanan pangan berbasis desa.

“Alhamdulillah, hari ini menjadi momen penting dalam penguatan perekonomian berbasis pangan. Program ini didanai dari alokasi anggaran 20 persen yang memang diprioritaskan untuk pengembangan tanaman pangan. Ini adalah bentuk nyata pemanfaatan anggaran yang tepat sasaran,” jelas Usman.

Program ini, tambah Usman, juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan pentingnya penggunaan anggaran desa secara nyata dan berdampak langsung bagi ketahanan pangan nasional. Dalam arahannya, Presiden juga secara resmi telah meluncurkan 80.000 Operasi Desa, sebagai bagian dari program strategis nasional untuk mewujudkan desa mandiri dan sejahtera.

“Melalui inisiatif seperti yang dilakukan Desa Powalaa, diharapkan semakin banyak desa yang ikut serta memperkuat ketahanan pangan lokal dan mendukung misi besar pemerintah menuju Indonesia yang berdaulat di bidang pangan,” tutupnya.

Laporan: Andika

Potretsultra Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *