Danramil Wawotobi Rintis Satu Desa di Konawe Jadi Percontohan Lawan Covid 19

Keterangan Gambar : Danramil Wawotobi Kapten Inf Salmar Gona memaparkan cara penanganan dan memutus mata rantai pandemi Covid 19 (Foto:Ist)

Potretsultra

KONAWE –  Untuk memutus mata rantai Covid-19 terus dilakukan, mulai dari tingkat Kabupaten Kecamatan, Kelurahan, sampai tingkat desa. Namun demikian masih banyak warga di pedesaan yang belum memahami upaya Pemerintah dalam menangani pandemi Covid 19.

Terkait hal itu, Danramil 1417/02-Wawotobi Kapten Inf Salmar Gona, berinisiasi untuk merintis atau mempelopori satu desa percontohan penanganan Covid 19 di Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara. Desa tersebut yaitu Desa Baruga Kecamatan Wonggeduku Barat.

Peranan aparat Desa dan dukungan seluruh lapisan masyarakat dalam memutuskan mata rantai penyebaran Virus Covid 19 sangat efektif. Demikian penjelasan Danramil yang didampingi Camat Wonggeduku Barat Abdul Hasim SP, MSi, dan Kapoksek Wonggeduku Iptu Hamid Boni, saat memberikan pembekalan kepada Team Relawan Desa Covid 19 di Desa Baruga Kecamatan Wonggeduku Barat, Selasa (2/6/2020).

Salmar menjelaskan, dalam pembentukan Desa percontohan penanganan Covid 19 seluruh masyarakat diminta menerapkan Keluarga Tangguh Bencana (Katana) Mandiri Lawan Covid diantaranya
menyiapakan tempat cuci tangan dan sabun di setiap rumah tampa terkecuali yang bisa dibuat sendiri.

Menyediakan masker secara mandiri dari kain yang sudah tidak terpakai untuk dibuat sal atau masker buatan dan setiap KK/penghuni rumah paham tentang Protokol Covid 19.

Lanjut Salmar Gona, untuk memaksimalkan dan mensukseskan kegiatan Desa percontohan penanganan Covid 19 tidak lepas dari peran Relawan Desa berbasis RT/RW. Para relawan desa yang telah dibekali pengetahuan tentang perotokol Covid 19 serta tugas tugas lainnya harus bekerja secara profesional.

Mulai dari kelengkapan Posko Desa, Jadwal kegiatan, Pencatatan warga pendatang, Kondisi warga terdampak, data terpapar, penyiapan rumah karantina desa serta laporan perkembangan penyebaran Covid 19 yang dibuat dalam bentuk info grafik yang bisa dijadikan acuan Posko Kabupaten dan Provinsi.

“Semua kegiatan ini akan dilatihkan baik pembuatan infografis maupun pembuatan laporan serta pelaksanaannya akan didampingi langsung oleh Muspika dalam hal ini Bapak Camat, Danramil dan Kapolsek,” katanya.

Kapten Salmar menambahkan, dirinya akan berusaha semaksimal bahwa desa percontohan yang dipeloporinya ini, kedepan akan menjadi acuan bagi seluruh desa yang di Kabupaten Konawe dan Seluruh Desa yang Ada di bumi Anoa Sultra.

Ia merintis desa percontohan Lawan Covid 19, sejak bulan Maret lalu 2020, yang di Dampingi Camat dan pihak terkait dengan kegiatan KATANA MANDIRI LAWAN COVID 19 berbasis RT/RW.

Sambungnya, dengan terbentuknya desa percontohan tersebut akan dilakukan sosialisasi-sosialisasi, edukasi tentang pentingnya melakukan pencegahan terhadap virus corona yang sudah ditetapkan sebagai pandemi.

” Kami meminta warga untuk mematuhi kebijakan pemerintah saat ini terkait social distancing dan physical distancing. Tetap dirumah, memakai masker apabila keluar rumah, menjaga jarak dan tidak melakukan kegiatan yang bersifat berkerumun.Yang jelas, masyarakat harus faham protokol kesehatan yang direkomendasikan pemerintah guna memutus penyebaran Covid-19 ini,” Harap Danramil.

Laporan: La Ismeid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *