BUTON TENGAH – Tanggal 23 Juli menjadi momen bersejarah bagi Kabupaten Buton Tengah (Buteng). Di tahun 2023 ini telah memasuki usianya yang ke 9 tahun.
Anggota DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Abdul Rasyid Syawal mengungkapkan, memasuki tahun ke 9 usia Kabupaten Buton Tengah, tentu saja banyak perubahan mendasar yang harus diapresiasi dan disyukuri. Namun ada juga yang perlu dibahas bersama sebagai bentuk rasa cinta demi kemajuan Buteng.
“Tentu banyak perubahan yang perlu kita apresiasi, tapi ada juga yang perlu kita bahas bersama demi kemajuan Buton Tengah, dengan satu harapan tidak ada dikotomi ataupun saling munculkan ego yang tidak produktif,” ujar Rasyid Syawal kepada Potretsultra.com, Senin (24/7/2023).
Politisi yang juga kelahiran Buton Tengah itu memberikan beberapa sejumlah saran dan masukan yang konstruktif kepada Pemerintah Daerah, DPRD, dan unsur pemerintahan lainnya di Kabupaten Buton Tengah.
Lebih lanjut, Rasyid Syawal membeberkan sejumlah saran diantaranya, ia menilai perlunya mempercepat arus transportasi laut antar daerah di Sultra. Ia juga menyebut perlunya memaksimalkan pelabuhan komersial untuk menangkap peluang usaha atas limpahan kapal-kapal barang dari Kota Baubau.
“Sekaligus menciptakan kondisi Buteng jadi kawasan pergudangan komersil,” katanya.
Anggota Presidium Korps Alumni HMI Sultra itu juga mengatakan, Pemda Buteng perlu memaksimalkan kawasan perdagangan dan ekonomi kreatif yang meliputi Lombe, Lakudo, Mawasangka dan Talaga Raya.
“Sebagai contoh pasar rakyat di Lombe sudah tidak memadai bahkan sudah mengganggu tata kota dan kenyamanan lingkungan sekitarnya,” terangnya.
Rasyid Syawal juga mengatakan bahwa perkembangan dunia pendidikan perlu ditingkatkan lagi. Terlebih setelah hadirnya perguruan tinggi negeri mestinya menjadi kebanggaan masyarakat Buteng. Pemda kiranya bisa berkolaborasi dengan pihak kampus.
“Harus diakui kehadiran kampus negeri di daerah baru bukan hal yang mudah, banyak hal yang bisa mendatangkan nilai tambah bagi masyarakat Buteng dan sekitarnya,” katanya.
“Artinya tidak ada alasan bagi generasi Buteng untuk tidak berkuliah karena di pinggir rumah mereka telah ada PTN sebagai karya monumental anak negeri,” sambungnya.
Kata Rasyid Syawal, Pemda juga perlu melakukan upaya peningkatan di sektor perikanan yang lebih luas dan budidaya. Karena semua itu bisa memicu perekonomian masyarakat Buteng. Termasuk juga menggenjot sektor pariwisata dan faktor penunjang lainnya agar terus dimaksimalkan.
Terakhir, Rasyid Syawal menilai perlunya pelayanan kesehatan yang memadai sangat mendesak untuk disikapi dengan baik. Karena ini sangat berkaitan dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia di Buteng kedepan.
“Tentu masih banyak poin-poin yg perlu dipikirkan, itu hanya coretan kecil, kita sangat yakin Pemda punya kisi-kisi tertentu dalam membangun Buteng di masa datang, Dirgahayu Butengku, salam rindu dari kami dirantau,” tutupnya.
Laporan: Jarman






















Tinggalkan Balasan