Bupati Konkep Didesak Segera Evaluasi Kepala Puskesmas Polara

Keterangan Gambar : Ketua PPNI Konkep, Kalpin

KONKEP – Tragedi meninggalnya seorang ibu bernama Hasni (35) bersama bayinya di Polara Kecamatan Wawonii Tenggara membuat Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Konawe Kepulauan (Konkep) Kalpin naik pitam.

Menurutnya tragedi itu sudah masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Sehingga ia meminta kasus wafatnya seorang ibu bersama bayinya itu harus menjadi perhatian kita semua, dan tidak boleh terulang lagi di Bumi Wawonii.

“Ini harus menjadi perhatian kita bersama, dan jangan terulang lagi,” ungkap Kalpin saat ditemui di salah satu Warkop di Kendari, Sabtu (21/9/2019).

Padahal menurut Kalpin, di setiap Puskesmas di Konkep tentu memiliki dokter, perawat, dan bidan-bidan. Mestinya para tenaga medis itu sudah mampu melihat tanda-tanda waktu datangnya kehamilan seperti yang dialami seorang ibu di Kecamatan Wawonii Tenggara tersebut.

“Dimana dokter, perawat, masa tidak bisa melihat ada ibu ini yang mau melahirkan, mestinya mereka harus segera memberikan pelayanan kesehatan,” katanya.

Apalagi lanjut Kalpin, posisi Puskesmas Polara memang jauh dari ibukota Konkep Langara. Sehingga para tenaga medis harus meningkatkan pelayanan kesehatannya kepada para ibu hamil.

“Mereka harus memastikan para ibu hamil telah mendapatkan pelayanan fasilitas kesehatan sampai melahirkan. Jadi dari sejak mengandung sampai melahirkan, para tenaga medis dipastikan tetap memberikan pelayanannya sampai melahirkan bayinya dengan selamat,” jelasnya.

Seorang ibu hamil itu dalam proses 9 bulan, tambah Kalpin, harus mendapatkan pelayanan yang paripurna. “Pihak Puskesmas harus memastikan tablet besi yang diberikan 90 hari apakah sudah terpenuhi atau tidak,” tambahnya

“Kemudian imunasasi tetanus harus diberikan, dan yang terpenting adalah petugas kesehatan harus memberikan pertolongan saat hari-hari mendekati melahirkan, mereka harus stay disitu di bulan-bulan terakhir itu dia harus sudah ada di lokasi,” sambungnya.

BACA JUGA: Soal Ibu di Konkep Meninggal Bersama Bayinya, Farid Semprot Puskesmas Polara

Menurut Kalpin, semua ibu hamil di Konkep harus dipastikan mendapatkan pelayanan standar. “Misalkan mngukur berat dan tinggi ibu hamil, tekanan darahnya harus dikontrol terus. tinggi fundus uteri diukur dan diperiksa terus untuk menentukan usia kehamilan,” terangnya.

Mahasiswa pasca Sarjana STIKES Mandala Waluya ini menegaskan, Bupati Konkep Amrullah harus segera mengevaluasi Kepala Puskesmas (Kapus) Polara Akbar. Karena Kapus tersebut kata kalpin, dinilai telah gagal memimpin sebuah puskesmas di Kecamatan Wawonii Tenggara.

“Pak Bupati harus mengevaluasi Kapusnya dengan segera, dia sudah gagal memimpin,” tegasnya.

Kepada Kepala Dinas Kesehatan Konkep, Kalpin berharap agar KLB seperti yang ditimpa seorang Ibu di Polara ini tidak terjadi lagi. Jika Kadis beralasan kekurangan tenaga medis, Kalpin menganggap itu alasan klasik saja.

“Kalau alasannya kekuarangan tenaga medis, itu alasan klasik. Dan kalau ini menjadi alasan tanpa solusi maka akan banyak  kedepan yang meninggal anak dan ibu,” pungkasnya.

Laporan: Jubirman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *