Bahas Omnibus Law, HMI Komisariat UMK Bakal Gelar Dialog Publik

Keterangan Gambar : Pamflet Dialog Publik HMI Komisariat UMK Cabang Kendari

KENDARI – Polemik Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law kerap kali menjadi bahan diskusi dan perbincangan publik.

Kini giliran Himpunan mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) Cabang Kendari, yang membuka perbincangan Omnibus Law melalui Dialog Publik pada Senin (20/1/2020) nanti di Warkop X-Bro Kota Kendari.

Tak tanggung-tanggung, HMI Komisariat UMK ini menghadirkan narasumber yang benar-benar pantas mendiskusikan Omnibus Law. Saat dikonfirmasi pada Sabtu (18/1/2020), Ketua Panitia kegiatan Jarman mengaku bakal menghadirkan Pengamat hukum Sulawesi Tenggara yang juga kini menjabat sebagai Direktur Pascasarjana UNSULTRA, La Ode Bariun.

Bukan hanya itu, lanjut Jarman, pihaknya juga berhasil menghadirkan seoarng kepala daerah, yakni Rusman Emba selaku Bupati Muna. Tokoh lain yang ikut juga dihadirkan dalam dialog membahas RUU Omnibus Law itu yakni Wakil Ketua DPRD Provinsi Sultra, Muhammad Endang SA.

“Tema dialog yang kami angkat dan akan didiskusikan oleh tiga narasumber itu tentang ‘Apakah RUU Omnibus Law Memperlemah Kebijakan Otonomi Daerah?’,” ujarnya

Kata Jarman, kurang lebih ada 60 tamu undangan dalam acara dialog ini yang terdiri dari HMI Komisariat Se cabang Kendari, IMM Komisariat Se UMK, GMNI Komisariat UMK, LMND Komisariat UMK dan organisasi lintas daerah se Sulawesi Tenggara.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Komisariat UMK, Rasidin Silahi menjelaskan tujuan diselenggarakannya Dialog Publik ini adalah untuk mengetahui plus minusnya  RUU Omnibus Law terhadap daerah dan bisa mengetahui apakah layak Omnibus Law diterapkan di Indonesia.

Sebagai kader umat dan kader bangsa, lanjut Rasidin, HMI tentu harus mampu menangkap isu-isu kekinian. RUU Omnibus Law menjadi tren isu hukum yang kekinian saat ini.

“Kader HMI harus bisa menangkap isu-isu kekinian dan menjawab tuntutan dan tantangan zaman,” jelas Rasidin.

Agar kegiata Dialog ini berjalan dengan baik, Rasidin mengajak dan mengudang mahasiswa, pemuda, dan masyarakat Sulawesi Tenggara untuk ikut menghadiri dan mensukseskan acara dialog tersebut.

“Mari kita hadiri dan meriahkan dialog ini, supaya kita bisa berdiskusi bersama,” pungkasnya.

Laporan: Said

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *