KONAWE KEPULAUAN – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) terus berupaya untuk menurunkan angka stunting . Salah satu upayanya melalui pembuatan Septic tank atau tangki septik individu untuk masyarakat.
Penurunan Stanting merupakan program proiritas nasional sehingga pemerintah pusat menyediakan anggaran khusus melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dialokasikan untuk daerah.
Mengenai hal itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Harsin Abd Rahim, S.Pd, M.Si melalui Kepala Bidang Cipta Karya Laode Izar J. Zubairi, ST., MPWK mengungkapkan, pada tahun 2024 ini Konkep mendapatkan bantuan pembuatan Septic Tank Individu sebanyak 6 desa bersumber dari anggaran DAK.
“Sebanyak 6 desa tahun ini akan mendapatkan bantuan Septic tank yakni Desa Sinar Masolo, Kelurahan Munse, Desa Lebo, Desa Mawa, Desa Tongalere dan Desa Tumburano, masing-masing desa mendapatkan bantuan Septic tank sebanyak 53 unit dan dianggarkan kurang lebih Rp 600 juta per desa,” kata Laode Izar saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (30/4/2024).
Lebih Lanjut Laode Izar mengatakan, pembuatan Septic tank individu sudah berjalan kurang lebih 4 tahun. Pada tahun 2023 sebanyak 2 desa yang telah dibangun Tangki Septik yakni di Desa Palingi dan Desa Kawa-Kawali. Pembuatan Septic tank tersebut Dinas PUTR melibatkan masyarakat setempat, dengan membentuk tim Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).
“Kami sudah bentuk KSM masing-masing desa, tugas mereka adalah mendeteksi rumah-rumah warga yang belum mempunyai Septic tank, melaksanakan musyawarah dan membangun Septic tank bersama masyarakat desa,” ungkapnya.
Laode Izar menjelaskan, pengusulan Septic tank tersebut berdasarkan SK Stunting di Konkep, desa yang dipilih oleh pemerintah berdasarkan masyarakat yang masih berpotensi stunting. Sehingga pihaknya berupaya untuk mencegah itu, dengan membuat Septik tank individu untuk masyarakat.
“Kita sementara menunggu anggaran dari pusat dalam dekat ini. Ada beberapa dokumen sudah akan kami serahkan ke pemerintah pusat, tinggal di verfikasi oleh inspektorat, keuangan nantinya akan diusulkan di Menteri Keuangan, batas akhir bulan tujuh ini,” tambahnya.
Ia berharap bahwa adanya Septic tank individu, masyarakat setempat tidak lagi membuang air/tinja sembarangan yang berakibat pada mesehatan masyarakat terganggu sehingga bisa mencegah timbulnya stunting pada janin ibu hamil dan anak-anak.
“Harapan kami, sebagai Pemerintah Daerah dalam hal ini, dinas PUTR bekerja sama dengan dinas Kesehatan dan masyarakat mari sama-sama mencegah stunting pada anak, karena stunting ini akan mempengaruhi pertumbuhan dan kecerdasan pada anak-anak,” pungkasnya.
Laporan: Jarman






















Tinggalkan Balasan