Ayo ke Wawonii dan Nikmati 5 Destinasi Wisata ini

Panorama Pantai Kampa
Keterangan Gambar : Panorama Pantai Kampa

Potretsultra

KONAWE KEPULAUAN – Bagi anda yang suka berwisata dan jalan-jalan menikmati keindahan alam, maka Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) atau Pulau Wawonii menjadi alternatif terbaik untuk mengisi hari liburmu. Ayo ke Wawonii dan nikmati destinasi wisatanya.

Berkunjung ke Wawonii, Anda tak perlu mengeluarkan biaya besar. Karena akses dari Kota Kendari menuju Pulau Wawonii dengan kapal feri hanya Rp 35 ribu saja. Sekitar 3 jam, Anda akan tiba di Pulau Wawonii.

Di Pulau Wawonii, banyak spot wisata yang bisa kamu kunjungi. Bukan hanya satu atau dua wisata saja, ada puluhan destinasi wisata yang bisa menjadi list liburan kamu. Ada wisata pantai yang bisa memanjakan mata dengan hamparan pasir putihnya.

Ada juga wisata air terjun dari ketinggian 70 meter. Tak hanya itu, Anda bisa juga berkunjung ke kali yang airnya sangat jernih kebiruan, dengan suhu udara yang sangat sejuk dihiasi pepohonan besar menjulang tinggi.

  1. Pantai Kampa

Pantai ini berada di Desa Wawobili Kecamatan Wawonii Barat. Aksesnya menuju kesana, Anda bisa menggunakan mobil atau motor hanya dengan 30 menit.

Panorama Pantai Kampa

Panorama Pantai Kampa

Pantai Kampa yang juga disebut-sebut sebagai miniatur Bali ini menawarkan keindahan alam dengan hamparan pasir putih yang memanjakan mata yang membuat para pengunjung selalu takjub melihatnya. Tak hanya itu, pepohonan kelapa yang berjejeran di pinggir pantai juga dapat menambah keindahan panorama alam pantai ini.

Pantai Kampa merupakan salah satu alternatif keindahan alam yang indah dikunjungi untuk berwisata. Kondisi dan suasana alam yang masih asri di pantai tersebut membuat para pengunjung tak menyesal berlama-lama di Kampa.

Berkat pemandangannya yang indah, wisatawan bisa melakukan banyak hal di sana, termasuk berjalan kaki di sepanjang pantai, berenang, snorkeling, fotografi, berjemur, dan masih banyak lagi. Selain itu, angin di Pantai Kampa berhembus dengan kencang dan nyaman. Begitu anda masuk ke dalam air, anda mungkin merasakan sensasi hangat dan nyaman

  1. Air Terjun Tumburano

Air terjun ini terletak jauh dari Ibukota Konkep, Langara. Air Terjun Tumburano terletak di Desa Lansilowo Kecamatan Wawonii Utara. Tapi Anda tak perlu khawatir, akses menuju kesana sudah gampang dilalui para pengunjung.

Air Terjun Tumburano

Air Terjun Tumburano

Pemda Konkep sudah melakukan pengaspalan jalan dari wilayah Kecamatan Wawonii Barat ke Wawonii Utara. Sehingga akses dari Langara menuju ke Lansilowo sudah bisa dilalui dengan cepat. Untuk menuju Air Terjun Tumburano, Pemda juga telah membuka akses jalan. Sehingga wisatawan bisa menggunakan mobil atau motor.

Air terjun ini terbilang unik dipandang, karena memiliki 3 tingakatan. Masing-masing tingkatan berbeda ketinggiannya. Tingkatan pertama sekitar 10 meter, tingkat kedua sekitar 15 meter, dan yang paling tinggi tingkatan ketiga yakni 70 meter.

Suhu yang sejuk, panorama di sekeliling yang masih asri, dan dentuman air yang jatuh dari ketinggian 70 meter membuat para pengunjung betah berlama-lama di Air Terjun Tumburano.

  1. Kali Biru Mosolo

Wisata yang satu ini tentu tak kalah menarik dengan Pantai Kampa dan Air Terjun Tumburano. Kali Biru Mosolo juga menawarkan keindahan alam yang sangat menarik. Warga setempat sering menyebutnya sebagai Kali Lakaranda. Nama Lakaranda diambil dari bahasa setempat, yang artinya kali yang biru.

Kali Biru Mosolo

Kali Biru Mosolo

Alam Sungai Lakaranda masih benar-benar asri dan indah dipandang. Di sekitaran sungai, masih terdapat pepohonan besar menjulang tinggi yang hijau. Airnya juga sangat bersih, jernih, dan tampak berwarna kebiruan.

Keindahan dan panorama Kali Biru itu benar-benar memukau pengunjungnya. Tak heran, para wisatawan selalu tak lupa menyempatkan diri dengan berfoto untuk mengabadikan gambar. Bisa dipastikan saat masa liburan, Wisata Lakaranda ini menjadi tempat yang ramai oleh pengunjung dari anak muda sampai orang tua.

Kali Biru ini terletak di Kecamatan Wawonii Tenggara, tepatnya di Desa Mosolo. Jarak dari pemukiman warga Desa Mosolo menuju Sungai Lakaranda sekitar 1 Km. Infrastruktur jalan menuju ke Wisata Lakaranda pun telah dibuka, sehingga para pengunjung bisa langsung kesana dengan menggunakan kendaraan mobil atau sepeda motor.

  1. Pantai Tengkera

Pantai Tengkera yang terletak di Desa Nambo Jaya Kecamatan Wawonii Tenggara juga layak untuk mengisi liburanmu dengan berwisata. Pantai ini merupakan salah satu pantai di Konkep dengan potensi wisata bahari tinggi.

Wisata Pantai Tengkera (Sumber: Wisato.id)

Wisata Pantai Tengkera (Sumber: Wisato.id)

Pantai ini memiliki pemandangan yang indah, layaknya pantai yang berada di Phuket, Thailand. Karena di sana kamu akan menemui air laut yang masih sangat jernih, ditambah dengan beberapa batu karang yang berdiri kokoh di tepi pantai.

Pantai Tengkera menawarkan hamparan pasir putih dan wisata alam bawah laut yang indah. Selain itu juga kaya akan keragaman hayati laut dan perikanan. Yang tak kalah menarik, Perairan di wilayah Pantai Tengkera dilalui oleh jalur pelayaran kawasan timur dan barat Indonesia. Kawasannya pun disebut sangat istimewa karena merupakan pertemuan tiga arus laut yang berasal dari Selat Wawonii, Selat Buton dan Laut Banda.

  1. Benteng Watuntinapi

Pulau Wawonii tak hanya menawarkan keindahan alam pantai, kali, dan air terjun. Bumi Kelapa ini juga menawarkan wisata cagar budaya, yakni Benteng Watuntinapi. Spot ini terletak di Sekitar Desa ladianta, Noko dan Mataburanga Kecamatan Wawonii Timur Laut dengan jarak sekitar 30 Km dari Ibu Kota Kabupaten Konawe Kepulauan. Luas area Watuntinapi sekitar 2 Km2.

Cagar Budaya Watuntinapi (Sumber: https://blogyazs.wordpress.com/)

Cagar Budaya Watuntinapi (Sumber: https://blogyazs.wordpress.com/)

Sesuai dengan namanya, bangunan bersejarah ini disusun menggunakan batu-batu pipih. Bangunan ini katanya merupakan peninggalan Raja Mbeoga (Lakino Wawonii Ke-VIII). Konon ceritanya Setelah wafatnya Raja Mbeoga, tempat ini hanya dapat dikunjungi oleh orang-orang yang telah mendapat izin atau orang yang telah diamanahkan.

Hal tersebut merupakan salah satu amanah dari Raja Mbeoga itu sendiri. Selain menutup tempat tersebut, raja Mbeoga juga mengamanahkan pada para Bonto agar masyarakatnya turun atau tinggal di pesisir pantai seperti sekarang ini.
Laporan: Redaksi

Potretsultra Potretsultra

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *