Arsan Arsyad, Mahasiswa Unsultra yang Dikirim ke Tiongkok Program Menristek Dikti

Keterangan Gambar : Rektor Unsultra, Prof Andi Bahrun (Foto: Sultan)

Potretsultra

KENDARI – Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) terus menunjukkan daya saingnya terhadap perguruan tinggi di Wilayah Indonesia Timur. Kali ini kepercayaan yang diemban Unsultra pada pemerintah pusat telah dikirim salah satu perwakilan mahasiswa Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Arsan Arsyad. Tour tersebut berlangsung mulai 14 hingga 21 Juni 2019.

Rektor Unsultra, Prof Dr Andi Bahrun MSC Agric mengungkapkan, program Menristek Dikti sebanyak 45 mahasiswa diberangkatkan ke Tiongkok untuk belajar. Salah satunya adalah mahasiswa Unsultra. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah dan pusat menaruh perhatian dan kepercayaan terhadap kampus. Bukan hanya kampus berstatus negeri tetapi swasta makin diperhitungkan.

“Saya menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT, karena salah satu mahasiswa Unsultra diikutkan dalam program Kemenristek Dikti untuk belajar, menambah wawasan, pengalaman yang bermanfaat untuk perguruan tinggi dan daerah, dan kehadiran mahasiswa Unsultra disana menjadi kebanggaan daerah Sultra,” ungkap Andi Bahrun saat ditemui, Rabu (27/6/2019).

Arsan Arsyad berpose bersama dengan Mahasiswa lainnya

Menurutnya, mahasiswa utusan Unsultra yang mengikuti program dari Kemenristek Dikti benar-benar mahasiswa yang berprestasi dalam memiliki wawasan yang luas. Ketentuan tersebut sesuai yang disyaratkan untuk mengikuti program ini yaitu mahasiswa berprestasi, kemampuan berbahasa Inggris, mampu menulis makalah dalam bahasa Inggris tentang kebudayaan dan obsesi kedepan.

“Kami disampaikan, Unsultra dipersilahkan untuk mengirim satu mahasiswa untuk diikutkan dalam program ini. Alhamdulillah berdasarkan pengiriman berkas salah satu mahasiswa kami masuk dalam grup yang 45 orang itu yang dilepas langsung oleh Menristek Dikti,” ucapnya.

Lanjutnya, diutusnya mahasiswanya menjadi spirit dan motivasi bagi Unsultra dan mahasiswa lainnya untuk menunjukkan kemampuannya lebih matang. Apalagi di era tekonologi global ini menjadi tantangan berat, dan semakin dituntut untuk terus berkarya dan berbenah menuju prestasi yang mumpuni.

Mahasiswa Unsultra Arsan Arsyad dengan 45 mahasiswa di utus Menristek Dikti Tiongkok

Andi menambahkan sejak dicanangkannya program “Go Internasional” mulai tahun 2017 lalu, mahasiswa Unsultra sudah sering kali mengikuti kegiatan ke luar negeri.

Nah untuk itu, sambung Guru besar Pertanian UHO ini, guna mendukung dan wawasan pengetahuan yang lebih dalam kepada mahasiswa pihaknya terus berupaya menghdirkan beberapa pakar ilmuwan.

“Kenapa harus didatangkan para pakar-pakar itu, saya mau dapatkan ilmu mereka dan membagikan kepada mahasiswa. Sebab Andi yakini Ini akan menjadi modal bagi mahasiswa dan civitas akademika untuk meningkatkan kompetensinya.

“Saya memiliki iming-iming mahasiswa Unsultra ini bukan hanya bisa bersaing di kalangan lokal, nasional namun bisa dapat bersaing di tingkat internasional,” imbuhnya.

“Saya berkomitmen pula di masa kepemimpinan saya akan terus berjuang meningkatkan kualitas perguruan tinggi yang membawa nama daerah ini, yah sekarang kita sudah buka Program Pascasarjana, dan Insya Allah kedepan bisa kita buka Program Strata Doktor (S3),” ujarnya.

Laporan: Sultan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *