Anak Petani Ubi ‘Cak Imin’ Melanggeng Kursi Parlement Konsel

Keterangan Gambar : Ahmad Muhaimin

SOSOKPerjalanan hidup setiap orang tak pernah ada yang mengetahui nasib baik atau buruk pun senang atau susah. Mungkin kalimat ini pantas untuk menggambarkan kisah dan perjalanan Ahmad Muhaimin,politisi muda Kabupaten Konawe Selatan yang berhasil memenangi pemilihan legislatif.

Pria kelahiran 25 Mei 1988,tumbuh dewasa dilingkungan yang sederhana dengan latar belakang keluarga sebagai petani Ubi di desa Mateupe,Kecamatan Andoolo Barat, ia juga di didik dalam lingkungan yang menjunjung tinggi nilai keagamaan, terbukti sejak ia mengenyam pendidikan di MTs DU NW dan MA NW Bima Maroa Andoolo sampai pada bangku perkuliahan di IAIN Kendari 2006 dan melanjutkan pendidikan pada Pascarsajana UHO 2012 dan program doktor 2016.

Pemuda yang akrab disapa “Cak Imin” maju untuk bertarung dalam pemilihan umum serentak pada 17 April 2019 silam berhasil mengamankan satu kursi legislatif Kabupaten Konsel melalui Partai Hanura pada daerah pemilihan Konsel 1 yang meliputi Kecamatan Andoolo, Andoolo Barat, Tinanggea, Buke dan Kecamatan Lalembuu dengan perolehan suara sebanyak 1.391 dengan mengalahkan incumbent yang juga merupakan ketua DPD Hanura Konsel.

Ayah satu anak ini sangat familiar dikalangan pemuda Andoolo Barat dan juga memiliki ikatan keluarga yang sangat luas dan erat pada dapil konsel 1 sehingga ini merupakan modal utama baginya dalam pemilu pada April silam, terlepas dari semua itu, suami dari Firly Safitry ini memiliki kepribadian yang sangat baik dan sikap yang ramah dalam bergaul sehingga tidak sulit baginya untuk menggaet suara untuk wilayah dapilnya.

Ahmad Muhaimin Bersama Istri

Mahasiswa S3 Universitas Halu Oleo ini membulatkan niat dan memutuskan untuk menjadi caleg agar masyarakat bisa merasakan pemerataan kehidupan yang layak sebab sejauh yang ia lihat saat ini masyarakat belum merasakan pemerataan pembangunan pada dapil 1 pun juga aspirasi rakyat yang jarang tersampaikan oleh anggota DPRD sebelum-sebelumnya.

Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicena 2010-2011mengambil keputusan yang cukup berani pasalnya 2 bulan sebelum pendaftaran caleg ia memutuskan untuk menikahi sang istri yang berasal dari Kabupaten Kolaka Timur sebelum menuju pesta demokrasi terlebih lagi ia juga harus mengundurkan diri sebagai Dosen LB dibeberapa Universitas di Kota Kendari.

Namun ia yakin akan keputusan yang ia ambil dan terbukti pada pleno KPU ia berhasil mengamankan satu kursi DPRD Konsel untuk masa bakti 2019-2024.

Kiprah keberhasilan perjuangan Pemuda yang murah senyum ini,kian dirasakan pada saat pelantikan dan pengambilan sumpah oleh Pengadilan Negeri Konsel pada  tanggal 2 September 2019 di Aula Kantor DPRD Konsel yang di hadiri Bupati Konsel Surunuddin Dangga dan Wakil Bupati Arsalim serta seluruh Forkopimda.

Laporan:Sultan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *