IMI dan KADIN Sultra Salurkan Kurban ke Warga Kurang Mampu

Keterangan Gambar : Proses pembagian kurban oleh KADIN Sultra. Foto: Ist

KENDARI, POTRETSULTRA.COM – Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia (IMI) serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Sulawesi Tenggara ikut ambil bagian menyalurkan hewan kurban di hari raya Idul Adha, bagi warga di Kota Kendari, Minggu (10/7/2022).

Pengurus IMI dan KADIN Sultra, melakukan pemotongan dan pembagian hewan kurban di sekretariat masing-masing.

Ketua IMI sekaligus KADIN Sultra, Anton Timbang ikut menyaksikan pemotongan hewan kurban. Sempat bertemu warga sekitar, pengusaha yang diketahui ikut menyumbangkan 14 ekor kurban di sejumlah lokasi di Sulawesi Tenggara itu, langsung meninggalkan lokasi pembagian kurban.

Ketua Harian IMI Sulawesi Tenggara, Mochtar Syahrir mengatakan, pihaknya menyalurkan 60 kupon kurban bagi sejumlah warga di sekitar sekretariat. Diawali pemotongan hewan berupa 1 ekor sapi setelah shalat Idul Adha, pengurus kemudian membagikan ke sejumlah warga sekitar.

“Kita utamakan warga sekitar sekretariat, baru orang lain,” ujar Mochtar Syahrir.

Dia menyatakan, setiap tahunnya sejak memimpin tahun 2012, Ketua IMI Sultra, Anton Timbang rutin menyalurkan bantuan hewan kurban bagi warga Kota Kendari. Tahun ini, total penyaluran sebanyak 14 ekor sapi yang tersebar di sejumlah lokasi di Kota Kendari dan beberapa daerah lainnya.

“Sebagai bentuk kepedulian dan rasa syukur, Ketua IMI Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Dia berharap, IMI Sulawesi Tenggara bisa ikut berbagi pada momen Hari Raya Idul Adha 1443. Selanjutnya, keikhlasan dan rasa syukur bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus membantu mereka yang membutuhkan.

Sementara itu, ketua panitia kurban KADIN Sultra, Sukarni menerangkan, jika pihaknya berkurban 4 ekor sapi untuk dibagikan ke warga sekitar sekretariat dan fakir miskin.

Ia menyebutkan, kupon yang diedarkan sebanyak 250 masing-masing kepada kaum duafa, masayarakat miskin sekitar Kantor KADIN Sultra, serta pengurus untuk dibagikan kepada masyarakat miskin di sekitar lingkungan masing-masing.

“Jadi yang menerima daging kurban ini diutamakan yang menerima kupon. Kami mengecek, yang bawa lebih dari 1 kupon tidak boleh menerima daging. Itu supaya tepat sasaran,” ujar Sukarni.

Lanjut Sukarni, sapi yang dikurbankan telah diperiksa kesehatannya oleh Dinas Peternakan. Dia memastikan sapi yang di kurban ini adalah sapi yang sehat bebas dari penyakit.

“Jadi sudah diperiksa dan aman. Harapan dari Anton Timbang kurban di hari raya Idul Adha ini, masyarakat yang menerima ikut senang, tercukupi kebutuhan makan berupa daging kurban,” pungkasnya.

Laporan: Aden

Potretsultra Potretsultra Potretsultra
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *