KONAWE KEPULAUAN – Penetapan nama Amran sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) periode 2022 – 2026 mendapat protes dari sejumlah pengurus Cabang Olahraga (Cabor) di Konkep.
Dari 14 Cabor di Konkep, ada 12 Cabor yang menandatangani penolakan hasil Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Kabupaten Konkep yang digelar Senin (21/3/2022) Kemarin. Salah satu Cabor yang ikut menolak hasil Musorkab tersebut yakni Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI), Amir Karim.
Ia meminta kepada Ketua KONI Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) agar membatalkan hasil Musorkab KONI Kabupaten Konkep yang menetapkan Amran sebagai ketua terpilih. Pasalnya, keterpilihan tersebut tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan musyawarah.
“Saya minta kepada Ketua KONI Sultra untuk membatalkan hasil Musorkab KONI Kabupaten Konkep tanggal 21 Maret 2022 sebab tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan musyawarah,” ujar Amir Karim dalam keterangan persnya, Selasa (22/3/2022).
Sebagai Ketua PERCASI di Konkep, Amir Karim mengaku menerima undangan Musorkab tersebut setelah selesai musyawarah digelar.
“Saya sebagai ketua PERCASI di Konkep yang resmi tidak menerima undangan dari panitia, nanti undangan saya terima setelah selesai musyawarah, undangan di tulis tanggal 20 Maret, sementara pelaksanaan musyawarah tanggal 21 Maret di Kendari,” jelasnya.
“Kalaupun undangan itu sampai kepada kami, tetapi tidak ada lagi kesempatan untuk menghadiri sebab waktunya sangat kasip tidak sampai satu hari,” sambungnya.
Mantan Anggota DPRD Kabupaten Konawe itu menilai panitia Musorkab KONI Konkep tahun 2022 ini tidak professional. Kata dia, ini tentu sangat berbahaya terhadap keberadaan olahraga di Konkep.
“Perlu diketahui bahwa KONI ini cuma mewadahi, tetapi rohnya ada di Cabor,” katanya.
Olehnya itu, Amir Karim menegaskan agar Ketua KONI Provinsi Sultra segera membatalkan hasil Musorkab KONI Konkep yang digelar pada tanggal 21 Maret 2022 itu. Jika tidak, ia mengancam akan memboikot kontingen Konkep pada Porprov yang akan digelar di Kabupaten Buton pada Desember 2022 nanti.
“Apabila pernyataan saya tidak diindahkan maka saya bersama seluruh Cabor yang mengikuti Porprov 2018 di Kolaka akan memboikot kontingen Konkep pada Porprov bulan Desember 2022,” tegasnya.
Laporan: Redaksi






















Tinggalkan Balasan