KENDARI – Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari kini mengembangkan sebuah inovasi baru cemilan sehat di masa pandemi Covid-19.
Cemilan sehat ini berbahan dasar sagu. Diketahui Sagu merupakan komoditas pangan lokal yang melimpah di Sulawesi Tenggara. Program pemerintah tentang diversifikasi pangan perlu mendapat dukungan melalui pengembangan cemilan sehat berbahan dasar Sagu.
Dosen dan mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kendari mengolah bahan dasar sagu menjadi Kue “BAGEA SAHE”. Hal ini merupakan inovasi baru dari kue khas sagu yang merupakan perpaduan tepung sagu dengan ekstrak jahe menjadi cemilan sehat kaya akan nutrisi.
Sagu merupakan sumber pangan yang mengandung kalori dan karbohidrat yang tinggi. Sementara itu tanaman jahe merupakan salah satu tanaman herbal yang setelah melalui riset menunjukkan bahwa khasiat dalam meningkatkan daya tahan tubuh.
Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM), Universitas Muhammadiyah Kendari menggelar kegiatan pelatihan dengan tema Pengembangan Inovasi Baru “BAGEA SAHE” Cemilan Sehat Pada Masa Pandemik Covid -19 Berbasis Sumberdaya Lokal. Kegiatan tersebut merupakan Hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin 14 Juni 2021 di gedung PGRI kota Kendari. Pada kegiatan itu dihadiri oleh beberapa pelaku Industri Rumah Tangga kue khas sagu bersama TIM PKM 2 dosen yakni Asriani, SP.,M.Sc dosen Fakultas Pertanian dan Juwita., SE., Sy.,MM Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta 3 mahasiswa sebagai anggota Tim Hibah PKM UM Kendari.
“Melalui pengabdian kepada masyarakat dosen terus dituntut untuk dapat meningkatkan kinerja dalam bidang ilmunya,” ujar Ketua tim pelaksana PKM Asriani, SP.M.Sc dalam keterangan persnya, Selasa (15/6/2021).

Foto Bersama Peserta Pelatihan PKM
Dosen Fakultas Pertanian UM Kendari ini juga mengatakan, metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan dan pelatihan tentang cara pembuatan produk, pelatihan teknik pengemasan dan pembukuan sederhana usaha produk baru.
“Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memberi motivasi dan keterampilan sekaligus memperkenalkan inovasi baru dari kue Bagea Sahe,” jelasnya.
Kata Asriani, produk baru tersebut diharapkan menjadi produk sehat yang dapat menambah cita rasa baru cemilan khas yang ada di Kota Kendari pada masa Pandemi Covid-19 ini.
“Diharapkan dapat mendorong pengembangan dan kebangkitan Industri Rumah Tangga kue khas sagu di Kota Kendari, sekaligus menciptakan produk cemilan baru yang sehat yang menjaga imunitas tubuh pada masa pandemi Covid-19,” tutupnya.
Laporan: Jarman
























Tinggalkan Balasan