7 Kabupaten di Sultra Keciprat Bantuan Ayam Super dari Kementan

Keterangan Gambar : Ilustrasi

Potretsultra

KENDARI – Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI) melalui melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) melakukan pendistribusian ayam kampung jenis super di 7 kabupaten wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Bantuan ini merupakan realisasi dari program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) dari Kementan RI berupa paket ayam, pakan dan obat-obatan kepada Rumah Tangga Miskin (RTM).

Kepala Bidang Peternakan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara, La Ode Muhammad Jabal, Spt menjelaskan, ada 7 kabupaten di Sultra yang menerima bantuan ayam super yakni Kabupaten Bombana, Kolaka, Wakatobi, Buton, Konawe Selatan, Konawe, dan Buton Selatan.

“Per RTM kita memberikan bantuan 50 ekor,” ujar Jabal saat ditemui di ruangannya, Jumat (20/12/2019).

Pendistribusian bantuan paket ayam kampung jenis super ini, lanjut Jabal, berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan oleh Dinas Sosial. “Itu kita jadikan rujukan untuk rumah tangga miskin, untuk pendistribusiannya sekarang sementara berjalan,” ucapnya.

Jumlah penerima bantuan paket ayam kampung ini, kata Jabal, terbanyak di Kabupaten Konsel, kemudian disusul Kabupaten Konawe. Ia juga mengatakan bahwa, tiap kabupaten berbeda-beda jumlahnya. Karena hal ini berdasarkan jumlah RTM tiap daerah.

“Yang paling banyak di Konsel, kemudian disusul Konawe,” katanya.

Jabal juga menjelaskan, perlu diketahui bahwa ayam kampung jenis super ini didatangkan langsung dari Surabaya, Jawa Timur kemudian didistribusikan ke Sultra.

“Jadi bantuan itu berupa DOC, ada pembesaran selama 1 bulan, baru kemudian didistribusikan,” jelasnya.

Meskimasih dalam jumlah kecil bantuan ayam yang diberikan, namun Jabal berharap, warga penerima bantuan dapat mengambil sikap lebih bijak untuk memeliharanya lebih baik. Karena ini diharapkan menjadi usaha sampingan warga untuk mendukung usaha-usaha lain.

Lebih lanjut, Jabal mengharapkan agar Kementerian Pertanian lebih bijak lagi melihat daerah-daerah dalam mengalokasikan program-program yang benar-benar skala prioritas. Kementan harus memperhatikan daerah-daerah mana yang prioritas untuk dikembangkan peternakan, apakah itu ternak kambing, ayam itik, atau sapi.

“Karena tentu kita berharap terjadi peningkatan pendapatan masyarakat melalui usaha-usaha yang bergerak di bidang peternakan,” harapnya.

“Saya juga berharap masing-masing kepala daerah mempunyai peran andil lebih besar untuk program ini,” pungkasnya.

Laporan: Jubirman

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *