Keterangan Gambar : Papan Jalan Wisata Religi Makam Mahapatih Gajah Mada di Keluarahan Majapahit, Buton Selatan

Wow, Ternyata Ada Makam Gajah Mada di Buton Selatan

Potretsultra

BUTON SELATAN  – Di momen Hari Pahlawan Nasional, tentu publik tak lupa dengan kesatria Kerajaan Majapahit yang terkenal dengan Sumpah Palapanya. Dia lah Gajah Mada.

Di zaman Kerajaan Majapahit, Gajah Mada dikenal sebagai seorang panglima perang yang hebat. Namun di akhir hidupnya, kematiannya hingga kini menjadi misteri. Sejumlah daerah mengklaim Gajah Mada dimakamkan di daerahnya.

Ada yang mengklaim Gajah Mada dimakamkan di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun warga Tuban juga mengklaim Gajah Mada dimakamkan di Tuban, Jawa Timur. Di Lampung juga, diklaim sebagai tempat peristirahatan terakhir pemilik Sumpah Palapa itu.

Situs Sejarah Makam Gajah Mada di Buton Selatan
Situs Sejarah Makam Gajah Mada di Buton Selatan

Selain di beberapa daerah itu, kabarnya makam Gajah Mada juga ada di Kabupaten Buton Selatan (Busel) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Di momen Hari Pahlawan Nasional ini, jurnalis Potretsultra.com mengunjungi lokasi makam Gajah Mada itu yang terletak di Kelurahan Majapahit, Kecamatan Batauga, Buton Selatan. Jarak yang ditempuh dari Jalan Raya Kelurahan Majapahit menuju makam Gajah Mada sekira 2,5 KM.

Menurut pengakuan salah satu warga Kelurahan Majapahit yang berkebun di dekat makam itu, La Noti (58) bahwa makam itu diyakini oleh warga sekitar sebagai Makam Gajah Mada.

“Iya ini makam Gajah Mada, leluhur kami sering menceritakan itu,” ujarnya saat ditemui di lokasi Makam Gajah Mada, Minggu (10/11/2019) lalu.

Bentuk Makam Gajah Mada di Buton Selatan
Bentuk Makam Gajah Mada di Buton Selatan

Kata La Noti, di makam itu bukan sendiri Gajah Mada. Namun ia bersama prajuritnya berjumlah 41 orang. Menurutnya, Gajah Mada bersama prajurit Majapahit itu melarikan diri ke Buton saat Kerajaan Majapahit mengalami keruntuhan.

“Saat Kerajaan Majapahit runtuh, makanya mereka (Gajah Mada dan pasukannya, red) melarikan diri ke Pulau Buton,” jelasnya.

Bahkan, lanjut La Noti, seringkali warga dari Kelurahan Ngkari Ngkari Kota Baubau yang diketahui mayoritas beragama Hindu mengunjungi makam Gajah Mada di Buton Selatan ini. “Sering orang Ngkari Ngkari kesini, mereka sangat meyakini bahwa ini makam Gajah Mada,” terangnya.

“Dulu sering juga tim-tim dari Jakarta kesini, dulu waktu saya di SD, sekitar tahun 1970-an,” sambungnya.

La Noti menjelaskan, bahwa awalnya di wilayah lokasi makam ini merupakan perkampungan warga. Namun setelah ada instruksi dari pemerintah untuk membuat perkampungan di dekat pesisir, maka perkampungan ini ditinggalkan dan saat ini dijadikan sebagai lahan perkebunan warga.

“Dulu kan disini perkampungan, makanya saat Gajah Mada kesini, sudah ada memang kampung dan warganya disini. Kata orang tua dulu, mereka (Gajah Mada dan pasukannya, red) membuat terowongan dan kubur diri disini,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Busel melalui Dinas Pariwisata, tambah La Noti, merencanakan akan membuat akses jalan menuju makam Gajah Mada tersebut. “Beberapa minggu lalu, Kepala Dinas Pariwisata Busel meninjau lokasi makam, rencana 2020 mau dibuatkan akses jalan kesini,” ucapnya.

Salah satu pengunjung Makam Gajah Mada itu, Jarman mengaku kaget setelah mendengar informasi bahwa ada makam kesatria Kerajaan Majapahit itu di Buton Selatan. Sehingga hal ini membuat dia terpancing untuk mengunjungi langsung lokasi makan itu.

“Luar biasa ternyata ada makam Sang Mahapatih Gajah Mada di Buton Selatan, ini harus dijadikan objek wisata, karena tentu makam ini akan membuat banyak orang yang tertarik berkunjung, apalagi kita tahu bersama bahwa dialah pemuda ksatria yang bercita-cita menyatukan Nusantara itu,” ujar Ketua BEM Fakultas Pertanian Universitas Muhamadiyah Kendari ini.

Laporan: Jubirman

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *