‘Turun Tangan’ Musibah Banjir, Pemda Konkep Siapkan Anggaran Rp 535 Juta

Keterangan Gambar : Alat Berat Dikerahkan Menangani Musibah Banjir

KONAWE KEPULAUAN – Musibah banjir yang menimpa sejumlah wilayah di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), membuat Pemerintah Daerah (Pemda) Konkep langsung sigap dan ‘turun tangan’.

Dari informasi yang dihimpun oleh Potretsultra.com, ada dua jembatan yang hanyut terbawa arus akibat banjir tersebut yakni jembatan Lamoluo di Kecamatan Wawonii Barat dan jembatan Waturai di Kecamatan Wawonii Tenggara.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Konkep, Israwan Sulfa langsung terjun ke lokasi memantau kondisi jembatan Lamoluo yang terputus total akibat banjir.

“Iya saya langsung memerintahkan anggota saya untuk segera membenahi jembatan yang terputus,” ujar Israwan, Senin (24/2/2020) kemarin.

Untuk sementara, lanjut Israwan, Dinas PU Konkep sudah menurunkan dua alat ekskavator untuk membenahi jembatan yang terputus total tersebut. “Insya Allah dua tiga hari semua pembenahan jembatan yang terputus akan segera kami benahi,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Konkep Andi Muhammad Lutfi mengatakan, Pemda Konkep melalui BPBD telah memproses anggaran darurat bencana untuk melakukan perbaikan beberapa fasilitas umum dan rumah-rumah warga yang rusak akibat banjir.

“Ini yang harus kita tuntaskan dalam waktu dua hari. Anggota semua sudah bergerak untuk membenahi kembali jembatan Lamoluo dan jembatan Waturai yang terputus,” ucapnya.

Orang nomor 2 di Konkep ini juga menuturkan untuk kebutuhan perbaikan beberapa infrastruktur yang rusak dan pengadaan logistik untuk beberapa rumah warga yang terendam banjir, Pemda Konkep telah mengusulkan Rp 535 juta.

“Kami mengusulkan Rp 535 juta untuk kebutuhan sektor jalan dan jembatan, pengairan, cipta karya, dan pengadaan logistik,” tuturnya.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konkep, Awaludin mengungkapkan, dari data yang terhimpun ada 5 desa yang terendam banjir di Kecamatan Wawonii Barat.

“5 desa terendam banjir, Desa Langara Iwawo 35 rumah terendam, Desa Lamoluo 43 rumah, Desa Bukit Permai 12 rumah, Desa Lanowatu 10 rumah, Desa Langkowala 15 rumah, dan Desa Lantula 4 rumah,” ungkapnya.

Laporan: Jubirman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *