KONAWE KEPULAUAN – Supervisi pada layanan pendidikan penting dilakukan untuk membantu guru mengadakan diagnosis secara kritis terhadap aktivitas-aktivitasnya dan kesulitan mengajar belajar.
Sehingga penting kiranya Kepala Sekolah terus melakukan supervisi terhadap guru-gurunya. Untuk memaksimalkan hal tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe Kepulauan (Konkep) menggelar pelatihan dengan mengundang para Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah tingkat SD dan SMP sebagai peserta.
Pelatihan ini digelar di salah satu hotel di Kendari dengan pokok bahasan Koordinasi Perencanaan, Supervisi dan Evaluasi Layanan di Bidang Pendidikan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari yakni pada tanggal 1 sampai 3 November 2024.
Selain diberikan materi, para peserta kegiatan juga diajak praktek langsung atau simulasi supervisi sistem model coaching Tirta (Tujuan, Identifikasi, Rencana Aksi, dan Tanggung Jawab).
Ketua Panitia kegiatan, Muliatin, S.Pd, M.Pd mengungkapkan, salah satu dasar dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu mengacu pada UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Ia berharap, agar peserta kegiatan dapat mengikutinya dengan baik sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan di sekolahnya masing-masing.
“Peserta diharapkan dapat membntu guru-guru di sekolahnya masing-masing untuk menyelesaikan setiap permasalahan untuk menghadirkan solusi terbaik agar meningkatkan layanan mutu pendidikan,” ungkap Muliatin yang juga sebagai Kepala Seksi Kurikulum Dikbud Konkep, Sabtu (2/11/2024).
Sementara itu, di tempat yang sama Kepala Bidang Dikdas Dinas Pendidikan Konkep, Wawan Oriwawa, SE menjelaskan, kegiatan koordinasi, supervisi, dan layanan pendidikan ini salah satu tujuannya yaitu untuk mendukung peningkatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan di suatu daerah.
Sehingga menurut Wawan, dengan melakukan kegiatan ini guru-guru diharapkan menghadirkan banyak inovasi pembelajaran di kelas melalui supervisi yang dilakukan oleh para Kepala Sekolah.
“Mudah-mudahan guru-guru diharapkan ada inovasi saat Kepala Sekolah melakukan supervisi dan bisa memberikan motivasi atau spirit kepada guru-guru untuk memberikan layanan yang terbaik terhadap peningkatan mutu dan kualitas pendidikan kita,” ucapnya.
Wawan juga mengatakan, setelah melakukan perencanaan dan supervisi maka tahap selanjutnya yaitu evaluasi layanan pendidikan.
“Setelah supervisi, kita evaluasi kembali layanan pendidikan kita, apakah sdah meningkat atau masih stagnan. Ini tentunya untuk dijadikan proyeksi perencanaan kita yang selanjutnya agar lebih baik lagi dan terus berupaya untuk menghadirkan layanan pendidikan yang terbaik menuju Wawonii Bangkit,” pungkasnya.
Laporan: Jarman Alkindi






















Tinggalkan Balasan