Tahun 2020, Tiap Desa di Konkep Didampingi Satu Perawat

Keterangan Gambar : Bupati Konkep Amrullah Bersama Para Narasumber Seminar Keperawatan

Potretsultra

KONKEP – Bupati Konawe Kepulauan (Konkep) Amrullah merestui program satu desa satu perawat untuk diterapkan di Konkep.

Amrullah menargetkan, agar tahun 2020 mendatang program yang sudah disetujui Menteri Kesehatan RI itu sudah bisa dieksekusi di Pulau Wawonii. Soal anggaran yang digunakan, Amrullah mengatakan, bakal dikaji lebih dulu terkait mekanisme penganggarannya.

“Kita perlu mengkaji terlebih dahulu mekanisme anggaran yang akan digunakan untuk menjalankan program tersebut,” ungkap Amrullah pada acara seminar keperawatan, Kamis (28/11/2019).

Hadirnya program satu desa satu perawat tersebut, Amrullah menilai hal ini dapat membantu Pemerintah Daerah (Pemda) Konkep dalam meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat.

Orang nomor satu di Pulau Wawonii ini mengapresiasi program satu desa satu perawat itu. Bagaimana tidak, program ini disebut sangat inovatif dan dapan membantu pemerintah daerah. “Ini sesuatu inovasi yang sangat bagus dan harus kita dukung untuk dijakankan di daerah kita in,” tuturnya.

Sementara itu Ketua DPD PPNI Konkep, Kalpin berharap, dengan hadirnya perawat di desa-desa ini bisa menjawab persoalan kesehatan masyarakat. Seperti diketahui di beberapa wilayah tertentu di Konkep terdapat penyakit menular seperti TB, kusta dan bahkan penyakit faktor genetik seperti diabetes melitus.

“Olehnya itu Pprawat diharapkan menjadi garda terdepan memberikan upaya edukasi kesehatan,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPW PPNI Sultra, Heryanto mengatakan bahwa program ini sudah terlaksana di 6 kabupaten di Sultra. Bahkan program ini sudah masuk agenda nasional yang sementara diperjuangkan di Kemenkes dan Kementrian Desa.

Untuk di Konkep, kata Heryanto, program satu desa satu perawat dianggap tepat diwujudkan karena daerah ini merupakan satu pulau yang mesti mendapat pelayanan kesehatan lebih dekat lagi dengan masyarakat.

“Perawat di desa hadir memudahkan pelayanan kesehatan serta mencegah terjadinya penyakit melalui upaya promotif,” jelasnya.

Heryanto juga memuji kepemimpinan Bupati Konkep Amrullah yang telah menganggarkan penggajian honorer secara layak.

“Hanya di daerah ini yang honorernya mendapat upah layak yakni Rp 1,5 juta sejak tahun 2018 sampai 2019. Semoga program satu desa satu perawat dapat diwujudkan tahun depan,” harapnya.

Laporan: Jubirman

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *