Relima Hadir di Konkep, Siap Kolaborasi Tingkatkan Budaya Literasi

Keterangan Gambar : Relima Konkep, Andi Diah Masita Bersama Kepala Sekolah dan Siswa SMPN 1 Wawonii Timur

KONAWE KEPULAUAN – Aktivitas literasi perlu terus ditumbuhkan dan dikembangan, salah satunya melalui kegiatan membaca buku.

Untuk meningkatkan budaya literasi itu, Relawan Literasi Masyarakat (Relima), Andi Diah Masita yang diutus langsung dari program Perpustakaan Nasional (Perpusnas), hadir di lokus Konawe Kepulauan (Konkep). Kehadiran Relima di Konkep juga untuk memanfaatkan semua bantuan Perpusnas yang sudah hadir di perpustakaan desa baik berupa buku bacaan maupun bantuan komputer.

“Saat ini Relima harus punya inovasi dan kreativitas untuk memikirkan bagaimana buku-buku dan juga komputer dan sebagainya yang diberikan dari Perpusnas itu bisa termanfaatkan dengan maksimal,” ujar Andi Diah Masita kepada Potretsultra.com, Selasa (26/8/2025).

Andi Diah telah melakukan kunjungan di 32 titik desa se Konkep yang telah mendapatkan bantuan langsung berupa buku bacaan dari Perpusnas. Namun ia melihat, perpustakaan di desa atau pojok baca di desa-desa kurang diaktifkan. Sehingga bantuan buku-buku tersebut kurang maksimal termanfaatkan.

“Saya sebagai Relima lokus Konawe Kepulauan ini berpikir untuk memanfaatkan sekolah di sekitar Perpustakaan Desa. Buku buku yang ada di Perpus desa atau pojok baca itu akan dihadirkan ke sekolah agar dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak di sekolah,” ucapnya.

Menurut Andi Diah, kebutuhan siswa di sekolah itu bukan hanya buku-buku Pelajaran. Namun ada baiknya buku-buku non teks juga perlu dihadirkan di sekolah. Buku non teks itu berupa buku bantuan bermutu yang sudah diberikan dari Perpusnas.

“Nah, sayang sekali jika buku bantuan itu masih dalam plastiknya bahkan berdebu, tidak diapa-apakan,” katanya.

Sehingga Andi Diah Masita berinisiatif akan membangun sinergi atau kerjasama antara perpustakaan sekolah dan perpustakaan desa. Mekanismenya yakni meminjamkan buku-buku yang ada di desa ke sekolah, dan akan terus diperbaharui setiap pekan atau setiap bulannya. Sehingga anak-anak di sekolah punya banyak referensi bacaan.

Selain itu, Andi Diah berharap kepada Pemerintah Daerah Konkep agar memberikan dukungan yang kuat. Karena membangun literasi itu butuh sinergi, tidak bisa sendiri harus ada kolaborasi.

“Dan kolaborasi itu bukan hanya dari perpustakaan sekolah, perpustakaan desa, atau perpustakaan daerah saja, tetapi di seluruh bidang, di seluruh OPD, di seluruh organisasi-organisasi di Konkep harus terbangun kolaborasi yang kuat untuk membangun literasi bersama,” harapnya.

“Kami Relima ingin membangun kolaborasi bersama itu, karena tingkat literasi di Konawe Kepulauan masih terbilang kurang. Jadi harapan besarnya Pemda ini dapat memberikan dukungan full untuk meningkatkan literasi di Konawe Kepulauan,” sambungnya.

Andi Diah Masita menegaskan bahwa Relima hadir bukan sebagai musuh tetapi sebagai teman. Relima hadir ini bukan untuk merubah seluruh kebudayaan atau kebiasaan yang sudah ada, tetapi justri hadir untuk melanjutkan habit yang lebih baik, kebudayaan yang lebih baik, bagaimana budaya membaca itu bisa mencerdaskan, bisa memberikan dampak positif, bahkan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat itu sendiri.

Pada Selasa (26/8/2025), Andi Diah Masita mengunjungi SMPN 1 Wawonii Timur dan langsung menuju gedung perpustakaan sekolah dan disambut hangat oleh Kepala SMPN 1 Wawonii Timur, Ansarullah Thamrin Mardhan, S.Pd, Gr didampingi sejumlah guru.

Andi Diah mengedukasi siswa SMPN 1 Wawonii Timur tentang pentingnya membaca untuk meningkatkan kemampuan literasi. Salah satu gerakan yang diperkenalkan adalah kegiatan membaca nyaring. Hal ini merupakan salah satu kegiatan membaca sederhana tetapi punya banyak manfaat. Membaca nyaring ini bisa dilakukan dari anak-anak hingga usia Lansia.

“Program membacakan nyaring ini sangat efektif untuk diperkenalkan di Konawe Kepulauan. Anak-anak bisa paham bahwa ternyata membaca semenyenangkan ini. Dari hasil bacaan kemudian mereka bisa menulis dan bisa bikin kreativitas yang baru, jadi ada alih wahana dari hasil bacaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Wawonii Timur, Ansarullah Thamrin Mardhan mengapresiasi hadirnya Relawan Literasi Masyarakat ini ke sekolah.

“Kehadiran Ibu Andi Diah Masita sebagai Relawan Literasi Masyarakat menjadi dorongan positif bagi upaya kami membangun budaya literasi di SMPN 1 Wawonii Timur. Kegiatan membaca nyaring yang dikenalkan sangat tepat untuk melatih kemampuan berpikir kritis murid,” ungkap Ansarullah.

lanjut Ansarullah, pihaknya juga sangat mendukung penuh kolaborasi dan sinergi bersama Pemerintah Desa dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa.

“Kami juga mendukung hadirnya bacaan non-teks di sekolah serta membuka diri untuk berkolaborasi dengan perpustakaan desa demi memperkaya referensi dan memperkuat literasi secara berkelanjutan khususnya di SMP Negeri 1 Wawonii Timur,” pungkasnya.

Laporan: Jarman Alkindi

Potretsultra Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *